Langsung ke konten utama

Pilihan Hidup


Kehidupan menawarkan banyak pilihan pada kita. Jalan mana yang akan kita ambil. Bahkan dengan apa kita akan berangkat melalui jalanan itu. Tak ada yang bisa menentukannya kecuali kita sendiri kecuali kita memang setuju dengan pilihan orang lain dan berusaha mengikuti jalan hidup orang lain. Percayalah bahwa setiap kehidupan sudah ada tujuannya masing-masing. Kamu tak punya tujuan yang sama dengan orang lain. Jadi mengapa harus hidup dengan cara yang dipilih orang lain.

Pilihan hidup juga memberikan kita banyak sekali pengalaman. Ada hal-hal yang tak akan terjadi jika kita memilih jalan tertentu. Misalnya kamu memilih jalan A di kehidupanmu, maka yang akan terjadi adalah A1, A2, A3, dan seterusnya. Tidak ada cerita yang terjadi adalah B1, B2, B3, bahkan Z1. Sebab pilihan hidup yang kita jalani akan memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang kita dapatkan pada akhirnya. Gampangnya sih apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai.

Seperti itu juga di dalam kehidupan. Jika kamu yang ingin menjalaninya kamu harus memilihnya. Tak banyak orang yang dengan berani membuat standar untuk kehidupannya sendiri. Berusaha hidup seperti standar orang pada umumnya. Padahal kalau dipikir-pikir kita hanya memiliki kehidupan yang ini. Seandainya kita tidak puas dengan akhir kehidupan yang kita jalani, Tuhan tak akan mengulang hidup tersebut dari awal.

Semua sudah terjadi dan tak ada yang perlu disesali. Itu kata seorang teman yang akhirnya membuat saya sadar satu hal bahwa kehidupan tetap harus berjalan ke depan. Bukannya malah kita bawa mundur ke titik sebelumnya. Kita tak akan bisa memutar waktu yang sudah lewat. Apa yang sudah berlalu ya berlalu. Begitu juga dengan orang yang kita temui setiap hari. Bisa jadi hanya hari itu kita akan bertemu dengannya dan besok tak ada lagi pertemuan yang sama.

Pilihan hidup adalah sesuatu yang menjadi hak kita pribadi. Tak ada satu orang pun yang berhak mengatur kita harus hidup seperti apa dan menjadi siapa. Walaupun banyak sekali orang yang berpikir bahwa dia baru sukses apabila mencapai sesuatu seperti yang sudah dicapai orang lain atau orang pada umumnya. Padahal bisa jadi dia mampu melakukan lebih dari yang orang lain bisa. Tapi itu pilihannya untuk menggunakan standar yang dimiliki orang lain.

Ada yang cukup bangga dengan dirinya sekarang karena sudah seperti si A atau sudah sesuai dengan kehidupan si B. Mengapa tak melakukan hal yang lebih luar biasa. Jadikan semua standar itu sebagai standar pada umumnya dan kita harus berhasil lebih dari itu semua. Itu sebabnya teman-teman tak perlu heran mengapa di blog ini setiap bulannya ada tulisan yang banyak sekali jumlahnya. Mengalahkan banyak blog lainnya yang sudah malang melintang di dunia maya. Ini pilihan saya. Tantangan saya. Sebab saya yakin saya bisa melakukannya. Melakukan sesuatu yang berbeda dari orang lain. Pilihan hidup dan standar hidup adalah sesuatu yang harus kita buat sendiri. Sebab melelahkan mengejar pilihan dan standar hidup orag lain.

Kamu bisa menjadi seseorang yang sukses pada umumnya atau menjadi seseorang yang lebih luar biasa dari dirimu yang sekarang. Semuanya hanya masalah pilihan. Di dalam kehidupan kita selalu punya waktu untuk memilih dan menentukan kebahagiaan diri kita sendiri. Sebab setelah itu Tuhan yang akan menentukan maut membawa kita ke mana dan bergabung dengan siapa saja. Kita hidup hanya sebentar. Hari ini saja yang kita punya.


Pilihlah sesuatu yang menurutmu terbaik bukan paling baik bagi orang lain. Tak ada yang bisa menentukan cara hidup yang akan kamu jalani. Karena pada akhirnya kamu yang akan menuai apa yang ada di akhir kehidupan itu. Selamat memilih. Ini bukan postingan untuk menggalakkan pemilu di Indonesia. :)

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan