Langsung ke konten utama

Pentingnya Membuat Kerangka Karangan

WeHeartIt

Rasanya sudah lama sekali semenjak terakhir kali saya menggunakan kerangka karangan buat menulis sebuah cerita. Apalagi itu dulunya selalu ada pada saat pelajaran bahasa Indonesia. Biasanya memang setiap guru bahasa Indonesia akan meminta muridnya menulis menggunakan kerangka karangan. Sejak dulu pula saya selalu merasa menulis menjadi sesuatu yang membosankan kalau diharuskan membuat kerangka karangan dulu sebelum menyelesaikannya. Padahal ide bisa datang kapan saja bahkan saat kerangka karangan itu dibuat.

Membuat kerangka karangan rasanya tidak efektif bagi saya. Tetapi sekarang saya mencoba untuk mengingat kembali semua pelajaran bahasa Indonesia yang pernah terlintas di masa sekolah saya dulu. Bagaimana cara guru saya menjelaskan makna sebuah kerangka karangan itu sendiri. Sebenarnya sih memang kalau dipikir-pikir, setelah sekian tahun meninggalkan bangku SMA, baru saya sadar bahwa kerangka karangan itu membuat seorang penulis lebih fokus dan tulisannya tidak menjalar terlalu jauh. Seperti punya peta saat melanglang buana. Kita punya pegangan supaya tidak tersesat. Kita juga bisa mengetahui sudah sejauh mana kita menuliskan karangan tersebut dengan mengintip kerangka karangan.

Hari ini saya mencoba membuat sebuat corat-coret berupa kerangka karangan untuk menyelesaikan sebuah novel dalam waktu sesingkat mungkin. Kalau memungkinkan saya ingin menyelesaikannya dalam waktu seminggu saja. Itu kalau mungkin walaupun tidak mustahil untuk dilakukan dan saat kita yakin kita bisa, semua hal menjadi hal yang biasa saja untuk dilakukan. Hingga sekarang memang belum pernah menuliskan novel dalam waktu sesingkat itu. Katakanlah tanpa editan sekalipun. Tetap saja saya butuh setidaknya dua minggu untuk menyelesaikan sebuah novel. Tanpa gangguan sama sekali.


Sekarang, sangat sibuk, menjelang hari-hari menuju hari besar tersebut. Masih sempat untuk menyelesaikan tantangan di blog sendiri walaupun rasanya sudah beberapa kali keteteran. Tapi saya harus yakin karena saya tak punya pilihan lain. Saya tak suka saya kalah dengan diri saya sendiri. Diri yang sudah membuat tantangan di blog ini untuk diselesaikan. Tak ada hadiah memang tapi akan sangat menyenangkan bisa menyelesaikannya hingga 31 Desember 2013 nanti. Saya boleh bangga pada diri sendiri karena mengalahkan semua tantangan yang sudah saya buat. Doakan saya memang akan menyelesaikannya ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan