Langsung ke konten utama

Menjadi Blogger Produktif


Harus diakui banyak blogger bahwa menjadi blogger yang produktif bukan hal yang mudah. Sebab semua hal tersebut butuh waktu, tenaga, dan konsentrasi. Banyak orang juga yang pada akhirnya terjebak dengan rutinitas yang lain dan menjadikan blognya sebagai kuburan maya. Semakin banyaknya kuburan maya yang disebabkan ditinggalkan oleh pemiliknya tentu saja menunjukkan bahwa banyak blogger yang pada akhirnya menyelesaikan konsistensinya sampai di situ saja.

Sebenarnya sejak awal saya menulis di blog ini tak terpikirkan akan menjadi blogger yang produktif atau tidak. Sebab yang ingin saya lakukan adalah menulis saja. Terus menulis sampai saya kehabisan ide. Bahkan saat kehabisan ide pun saya berusaha mencari ide yang baru. Tetapi sebenarnya untuk menjadi blogger yang produktif bukan hal yang berat jika memang kita tahu caranya. Langkah yang dapat dilakukan beberapa di antaranya sebagai berikut.
  1. Cintai blog anda
    Kalau kita mencintai seseorang tentunya kita selalu ingin bertemu dengan orang yang kita cintai. Begitu juga dengan blog kita sendiri. Cintai blog yang kita miliki sekarang yang ingin kita jadikan tempat untuk konsisten dengan segala kegiatan menulis kita. Apabila kita sudah mencintainya tentu saja tak sulit bagi kita untuk membuatnya menjadi rutinitas kita setiap hari atau setidaknya setiap minggu.
  2. Deadline
    Buat jadwal deadline kita setiap harinya. Apakah setiap bangun pagi sampai pukul 6 pagi adalah deadline? Atau mau sebelum tidur? Karena dengan demikian kita seperti sikat gigi atau mandi. Yang selalu kita lakukan. Suka atau tidak suka kita pasti mandi dan sikat gigi bukan? Kecuali untuk orang dengan kasus tertentu.
  3. Berikan hadiah
    Saat kita mematuhi semua deadline tak ada salahnya memanjakan diri dan memberikan hadiah untuk diri kita sendiri. Apa saja yang ingin kita lakukan silakan dijadikan hadiah untuk diri sendiri. Entah itu ke spa di akhir pekan atau makan makanan favorit kita ketika kita menyelesaikannya.
  4. Berikan denda
    Bagaimana kalau kita tidak menyelesaikan atau mematuhi sesuatu yang sudah kita buat jadwalnya? Tak ada salahnya untuk menghukum atau membuat denda untuk diri kita sendiri. Misalnya kita tak boleh membuka sosial media selama seminggu atau yang lainnya. Sesuka kita saja.
  5. Bergabung di komunitas blogger
    Masih belum bersemangat juga untuk konsisten menulis di blog dan tak bisa menjadi blogger yang produktif? Silakan bergabung di komunitas blogger yang isinya blogger-blogger produktif yang bisa menghasilkan tulisan sesuai yang kita jadwalkan. Selain itu kita bisa meminta kiat-kiat khusus dari mereka yang tergabung di dalam komunitas tersebut agar kita bisa menjadi blogger yang produktif.
  6. Ikut lomba
    Saya yakin kalau sudah berkaitan dengan lomba dan hadiahnya menjanjikan pula tak ada salahnya untuk berburu lomba menulis. Sebab dengan hadiah yang terpajang di lomba tersebut akan menambah semangat menulis kita. Kalau memang memungkinkan untuk mengikuti lomba setiap hari tak ada salahnya. Terbayangkan kalau kita mengikuti lomba yang berbeda setiap hari. Pastinya akan ada lomba yang kita menangkan. Sambil ikut lomba dan menambah semangat menulis dan menjadi blogger yang produktif kita juga bisa berburu hadiah yang menarik dari lomba yang kita ikuti.


Masih kurang produktif? Atau punya kiat lainnya? Tinggalkan komentar di bawah tulisan ini. Siapa tahu bisa menginspirasi orang lain yang ingin menjadi blogger yang produktif.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan