Langsung ke konten utama

Mengapa Menulis Tentang Kalimantan Barat?


Blog ini tentu saja akan selalu berisi tentang makanan dan tempat wisata yang ada di Pontianak dan sekitarnya. Pokoknya akan banyak sekali mengenai Kalimantan Barat. Tidak hanya itu, terkadang saya juga suka membagikan mengenai kebudayaan dan peristiwa yang ada di Pontianak yang sudah menjadi tempat saya hidup selama lebih kurang 8 tahun ini. Banyak orang lain yang menuliskan tentang negara-negara yang mereka singgahi. Banyak di antaranya adalah tempat-tempat yang belum pernah saya datangi. Belum lagi banyak pula makanan yang mereka tampilkan di blognya adalah makanan-makanan yang belum pernah saya cicipi.

Sedangkan jika teman-teman mampir ke blog ini, paling banyak makanan yang saya sajikan adalah makanan yang hanya akan teman-teman temukan di Kalimantan Barat. Banyak yang sudah mencicipi versi daerah lainnya tapi agak serupa dengan yang ada di sini. Seperti pacri nanas atau ikan asam pedas. Memang masakan tersebut tidak hanya ada di Pontianak. Ada beberapa tempat yang menyajikan makanan yang sama. Namun saya selalu memberikan versi yang berasal dari Kalimantan Barat.

Tempat wisatanya pun yang bisa didatangi para traveler adalah tempat-tempat yang ada di Kalimantan Barat yang paling banyak saya sajikan. Bahkan beberapa perkampungan yang tak banyak dikenali oleh orang. Sebab saya yakin saya memang harus menuliskannya. Kalau bukan saya siapa lagi yang akan menuliskan tentang tempat yang saya huni sekarang. Sebab saya ingin banyak orang mengenali Kalimantan Barat melalui tulisan-tulisan saya jika memang tak pernah datang ke sini. Sayang rasanya semua hal yang merupakan kekayaan tersendiri bagi Kalimantan Barat hanya diketahui oleh masyarakatnya. Tak banyak yang tahu tentang Pontianak dan Kalimantan Barat jika memang tak pernah berkunjung ke sini. Tradisi yang ada setiap tahun, belum lagi keistimewaan Tanah Khatulistiwa yang memberikan fenomena Kulminasi setiap tahunnya sampai dua kali.

Makanan di sini juga tak kalah enaknya dengan makanan yang ada di luar sana. Kadang saya mengesalkan mengapa warung bubur paddas tak ada di seluruh Indonesia seperti warung mie aceh atau warung nasi padang. Apa bedanya warga Kalimantan Barat dengan orang lain yang masih satu negara dengannya? Saya rasa karena tak banyak orang yang terpanggil untuk mengenalkan semua kebudayaan dan tradisi yang ada di Kalimantan Barat ini sehingga orang-orang tak begitu mengenalnya. Padahal di Kalimantan Barat inilah terdapat Pulau Simping, pulau terkecil di dunia. Tidak hanya itu, ada beberapa pulau kecil yang bisa didatangi untuk berwisata.

Saya sendiri ingin sekali mengelilingi setiap jengkal tanah Kalimantan Barat ini untuk mengabadikan semuanya dalam bentuk tulisan, gambar, dan video. Sehingga orang-orang di luar sana bisa tahu seperti apa sebenarnya Kalimantan Barat itu. Tak ada lagi orang yang mengatakan betapa panasnya Kalimantan Barat sampai 43 derajat. Owh come on! Masih ada yang berpendapat Pontianak sepanas itu? Coba lihat ke sini, berapa banyak orang yang kulitnya putih bersih walaupun tinggal di Pontianak? Saya sendiri juga tak sedemikian gelapnya.


Bagaimana mungkin Pontianak dianggap sebagai tempat sepanas itu oleh banyak orang? Banyak sih yang bertanya pada saya berapa suhunya di Pontianak. Coba saja datang ke sini dan lihat terus rasakan sendiri mataharinya. Pontianak memang lebih bersinar dibandingkan banyak kota lainnya tapi suhu udara di sini masih lumayan normal dan tak segerah yang banyak orang kira.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan