Langsung ke konten utama

Membuat Judul


Menemukan banyak ide dalam satu hari sebenarnya bukan hal yang benar-benar mudah. Ada kalanya memang bisa dilakukan. Atau setidaknya saya bisa menemukan satu topik yang bisa dibuat menjadi tulisan sangat panjang. Berseri sampai berseason. Tetapi tak setiap hari sebuah topik panjang seperti itu akan muncul. Ada kalanya saya hanya tercenung di depan komputer dan blank. Karena rasanya sudah memeras otak sedemikian lamanya setiap hari dan semua ide sudah terperas. Habis tak bersisa. Walaupun saya tahu pada akhirnya nanti akan ada ide-ide baru lagi yang bisa dituliskan.

Satu hal yang bisa membuat saya tetap menemukan banyak ide untuk dituliskan adalah dengan menemukan banyak judul dulu. Saya membuat beberapa judul dan mulai mengembangkannya dalam bentuk kalimat, paragraf dan akhirnya berkembang menjadi satu postingan. Selalu seperti itu dan terasa sangat mudah menyelesaikannya. Sebab kita sudah mendapatkan judul-judul yang ingin kita jadikan tulisan. Menemukannya juga bukanlah perkara yang rumit. Saya biasanya akan membaca sedikit tulisan pendek. Entah itu sesuatu yang lucu, sesuatu yang memotivasi, atau sesuatu yang membuat saya berpikir saya juga bisa menuliskan sesuatu yang jauh lebih baik dari ini.

Malam ini saat saya benar-benar rasanya sudah tak punya ide lagi, saya pada akhirnya menemukan 6 ide tulisan untuk menggenapkan tulisan di blog ini pada tanggal hari ini menjadi 10. sebenarnya saya malah menemukan ide ketujuh, judul ketujuh. Yaitu judul tulisan ini yang malah saya selesaikan lebih dulu dibandingkan judul-judul lainnya. Suasana yang sedikit berbeda di rumah camer. Tapi tak mengapa, selama saya bisa menyelesaikan tulisan dengan tenang, di sini pun tak mengapa.

Persiapan pernikahan memang mengharuskan saya datang ke sini berkali-kali.


Kalau teman-teman memang kesulitan menemukan banyak ide sekaligus tak ada salahnya membuat beberapa judul kosong lalu memilih yang paling mudah untuk diselesaikan. Selamat mencoba.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan