Langsung ke konten utama

Lemukutan, Pulau Impian


Pulau Lemukutan itu adanya di Kalimantan Barat. Tapi jangan tanya apakah saya pernah mendatangi pulau tersebut atau tidak. Sebab jawabannya hingga sekarang masih saja 'belum'. Padahal sama-sama di Kalimantan Barat. Kalau soal keinginan, Pulau Lemukutan menjadi satu di antara banyak tempat yang ada di Kalimantan Barat yang ingin saya kunjungi. Apalagi saat mendengar cerita teman-teman yang sudah ke sana. Akan sangat menyenangkan rasanya bisa berkemah di pulau yang jauh dari bisingnya ibu kota. Walaupun sebenarnya Pontianak tak sebising itu. Apalagi yang tinggalnya bukan di pusat Kota Pontianak. Melainkan agak ke pinggiran kota. Jadi kebisingan itu tak terdengar hingga ke rumah.

Lemukutan sudah masuk ke daftar tempat yang saya impikan untuk didatangi sejak setahun yang lalu. Saya selalu membayangkan akan berbulan madu di sini. Bersama orang yang menikahi saya. Sebenarnya ini bukan keinginan yang muluk sebab Pulau Lemukutan masih di Kalimantan Barat. Tak butuh tiket pesawat untuk ke sana. Memang sih jarak yang membuatnya jadi terasa lebih jauh dibandingkan tempat wisata lainnya. Apalagi belum dikembangkan untuk menjadi pusat wisata yang menjanjikan.

Seharusnya ada orang yang membuka usaha tour and travel di Pontianak. Tujuan wisatanya pulau-pulau yang ada di sini. Karena Pulau Lemukutan hanya satu di antara banyak pulau yang ada di Kalimantan Barat. Selain Pulau Lemukutan teman-teman pasti pernah mendengar Pulau Randayan. Untuk mendatangi tempat ini memang harus menyewa perahu motor. Sebab tak ada kendaraan air umum yang selalu bolak-balik dengan jadwal tertentu. Padahal kalau memang ada yang berani menyediakan angkutan untuk mendatangi pulau ini saya yakin orang-orang akan semakin tertarik untuk mendatanginya.

Pulau Lemukutan, sekarang hanya sebatas impian. Tapi saya yakin saya pada akhirnya akan menjejakkan kaki di pasir tepi pulaunya. Menyelam dan melihat semua yang ada di bawah air walaupun saya tak bisa berenang. Hahahaha.... menyaksikan matahari terbenam yang tentunya akan sangat indah dilihat dari pulau ini. Pulau Lemukutan. Rasanya menjadi orang Kalimantan Barat yang belum pernah datang ke sini akan membuat saya merasa ada bagian yang kosong di dalam dada saya. Rasanya belum lengkap sebagai seorang perempuan Kalimantan Barat.

Malu rasanya sudah menjejakkan kaki ke pulau yang lain di luar Kalimantan Barat tetapi malah belum pernah mendatangi Pulau Lemukutan.


Menuliskan impian ini di sini, untuk mendatangi Pulau Lemukutan suatu hari nanti akan menjadi sesuatu yang akan menyenangkan jika pada akhirnya saya berhasil mewujudkannya. Bersama orang yang saya sayangi. Menikmati hari-hari berdua dengannya. Melihat kelapa yang daunnya bergoyang ditiup angin. Matahari yang bersinar. Tepian pantai. Ah sejuknya angin yang menggoda. Ingin sekali bisa ke sana. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan