Langsung ke konten utama

Kisah Tentang Memaafkan


Manusia, tempatnya salah dan dosa. Setiap saat bisa jadi banyak di antara kita yang selalu melakukan dosa. Pada akhirnya hanya kata 'maaf', 'ampun', dan kata-kata yang serupa lainnya yang bisa kita ucapkan untuk meminta maaf. Memohon keikhlasan dari orang-orang yang kita zalimi. Bukan berarti dengan sebuah kata maaf semuanya lantas selesai. Karena saat kita melakukan kesalahn kita seperti memaku sebuah kayu dengan paku yang tajam. Menusuk kayu tersebut hingga ke dalam. Ketika kita meminta maaf itu sama saya jika menggunakan sebuah palu untuk melepaskan paku-paku tersebut dari kayu yang telah kita lukai. Apakah lantas bekas paku tersebut akan menghilang saat kita mencabut pakunya?

Tentu saja tidak. Pakunya boleh hilang dan kita singkirkan tetapi bekas lubang-lubang yang dibuat oleh paku-paku tersebut akan selamanya ada di sana. Walaupun seiring berjalannya waktu bekas paku tersebut akan mulai memudar. Tapi tidak akan hilang begitu saja. Apalagi hanya dengan sebuah kata maaf.

Apakah setiap orang bisa memberikan maaf untuk semua kesalahan yang telah kita lakukan padanya? Jangankan orang lain, seorang ibu, contohnya ibu Malin Kundang pun mengutuk anaknya karena anaknya durhaka. Darah dagingnya sendiri yang telah dia kandung dan dia susui. Meskipun demikian orang-orang yang berjiwa besar dan berhati yang kuat akan selalu bisa memaafkan orang yang melakukan kesalahan yang dilakukan orang terhadapnya. Terlepas dari proses hukum yang harus dia lewati untuk menyelesaikan itu semua proses permintaan maaf dan memberikannya adalah dua hal yang berbeda.


Orang yang lemah tidak akan pernah bisa memaafkan orang yang telah membuat kesalahan padanya. Tetapi orang-orang yang jauh lebih kuat akan bisa membuat dirinya ikhlas untuk memaafkan meskipun itu sangat menyakitkan dan butuh proses yang panjang. Jika ingin menjadi orang yang kuat, mari kita belajar untuk memaafkan setiap orang yang telah melakukan kesalahan pada diri kita. Walaupun sulit, walauoun berat. Semua yang sudah lewat, sudah terjadi dan tak akan ada satu hal pun yang bisa mengembalikan itu semua agar tidak pernah terjadi.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan