Langsung ke konten utama

Kisah Lelaki dan Koran (4)



Perempuan itu. Perempuan dengan sepasang alis indahnya. Kata-kata yang keluar darinya sedingin wajahnya tapi kali ini aku menemukan momen yang membuat aku merasa punya sesuatu untuk dibicarakan. Barangkali dia tipikal perempuan yang tak suka basa-basi. Tak suka ditanya apabila tak ada maksud apa-apa.

Setiap orang memang punya caranya masing-masing untuk berhadapan dengan orang lain. Itu caranya. Dingin. Beku. Tanpa senyuman. Tak ada basa-basi sama sekali. Aku yang berbeda dan terbiasa basa-basi tentu saja akan terkejut mendengarkan bicaranya.

Momen yang dia unggah fotonya ke WeChat rasanya sangat familiar. Dia memasukkan screen shoot akun twitternya. Aku tadi pagi sempat membaca twit beberapa akun yang dikutip di koran. Koran yang dilanggani kantorku. Kutemukan koran itu tergeletak di meja kantor. Benar saja. Akun twitter perempuan ini masuk koran.

Buru-buru aku menyapa perempuan itu.

"Twit kamu masuk koran tu."

"Maksud kamu?"

Aku tak begitu terkejut mendapat pertanyaan yang lumayan ketus darinya.

"Bentar ya aku foto."

Koran pagi itu aku foto dan kukirim padanya. Berharap dia segera memahami maksudku. Kutunggu beberapa saat.

"Wah kok bisa?"

"Nggak tahu juga."

"Duh penasaran..."

Kejutekannya yang sebelumnya menjadi sesuatu yang ada pada dirinya lenyap. Dia berubah menjadi seseorang yang lain. Hatiku berdesir merasakan ada harapan lain yang akan muncul.

"Kalau mau minta korannya ke sini saja. Besok keburu dibuang orang kantor."

"Memangnya kantormu di mana?"

"Simpang empat dekat GOR depan Purnama."

"Owh deket kok, aku ke sana ya..."

"Iya, aku tunggu."

"Ini nomor ponselku 0856xxxx, biar gampang menghubungi kalau sudah di sana. Nomor hape kamu?"

"0852xxxxx."

Aku menggenggam koran yang menjadi satu-satunya harapan untuk bertemu pemilik alis indah yang menawan hatiku itu.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma