Langsung ke konten utama

Dia yang Cantik


Saya pernah baca seseorang menulis di twitter, tapi saya lupa tepatnya seperti apa. Namun intinya adalah jika kita terbangun jam 2 tengah malam alias dini hari itu artinya ada yang menatap kita. Baiklah ini cerita yang sedikit horor. Entah menurut orang lain horor atau tidak saya tidak tahu. Selama ini sih saya memang sering terbangun jam 2 malam. Setelah mengetahui mengenai 'tatapan jam 2 malam' itu saya berusaha untuk menepis pikiran-pikiran buruk yang menghantui saya.

Saya selalu meyakini diri saya memang tak bisa melihat sesuatu yang gaib. Hingga akhirnya semuanya terbantahkan. Masalah melihat sesuatu yang gaib itu kembali lagi pada mahluk gaibnya. Apakah dia ingin memperlihatkan dirinya pada kita atau tidak sama sekali. Tentu saja kalau dia ingin memperlihatkan dirinya kita yang berada di alam nyata akan mampu melihatnya.

Tadi pagi, saya terbangun jam 2 dini hari. Teng. Saya sebenarnya seperti biasa akan berusaha untuk menghilangkan pikiran buruk mengenai 'tatapan jam 2 malam' itu. Namun sayangnya kali ini saya harus melihat 'seseorang' yang menatap saya. Karena beda alam saya pikir itu memang menyeramkan. Apalagi jika kita melihat sosoknya yang sangat cantik. Rambut hitam yang lebat dan gaunnya yang putih susu. Bukan putih seperti pocong pada umumnya. Saya bisa melihat sosok itu menatap saya dengan senyumannya yang sebenarnya manis sekali. Tapi karena dia dari alam yang berbeda itu sangat menakutkan.

Berapa kuat pun saya memejamkan mata sosoknya malah semakin jelas wujudnya. Saya diam saja dan berusaha menghilangkan ketakutan dengan memeluk ibu mertua saya. Sayangnya dia malah tertarik dengan jemari saya yang sudah berinai. Dia mendekat dan ingin menyentuh jari tersebut. Hampir menangis saya menyembunyikan jari saya yang berinai. Ingin tidur lagi dan terlelap ke alam mimpi. Sayangnya mata saya tak mau juga diajak kerja sama. Mata yang tertutup rapat tapi saya masih bangun dan tak bisa tidur.


Hingga 30 menitan berlalu sosok lain muncul menyelamatkan saya. Wajah Aki yang jernih dan menenangkan itu muncul lebih dekat dengan tempat tidur yang saya tiduri. Tak berapa lama saya pun sudah tak sadar dan saat terbangun ternyata sudah subuh. Dini hari yang sangat menegangkan. Perempuan cantik itu siapa?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan