Langsung ke konten utama

Desain Bros Bunga dari Kain

Ini bukan souvenir pernikahan saya nantinya. Sudah dekat dan yang berdebar tentunya bukan saya karena saya hanya akan duduk dan mendengar. Calon pengantin prialah yang akan menjadi orang yang paling gugup di dunia pada hari itu. Beberapa hari sebelum tahun Hijriyah berganti, kami akan resmi menjadi sepasang suami istri. Amien. Sementara itu saya sedang seru-serunya mengisi waktu luang dengan membuat prakarya. Tapi bukan buat souvenir pernikahan. Sebab souvenirnya sudah disiapkan oleh anggota keluarga pihak laki-laki berkotak-kotak. Ribuan jumlahnya.

Bros dari kain yang berbentuk bunga ini hanya bagian kecil dari proses pembelajaran saya setiap hari untuk membuat bros yang lebih rapi dan lebih cantik. Sebenarnya saya tinggal memanfaatkan kain sisa. Kalau yang ini saya masih membeli dari toko yang menjual kain dalam potongan kecil. Memanfaatkan kain sisa akan jauh lebih banyak variasi motif dan bentuknya nantinya. Belum ada yang akan saya jual sih. Sebab rasanya kemampuan saya membuatnya belum benar-benar mahir. Belum seminggu dan masih sibuk mencari video-video yang bisa saya curi ilmunya.



Ada rencana juga untuk membuat video tutorialnya. Butuh webcam nih atau setidaknya tatakan kamera smartphone. Sebab saya pernah mencoba untuk menyambungkan kamera ponsel dengan PC dan ternyata saya bisa melihat proses perekamannya melalui layar komputer yang saya gunakan dengan sebuah aplikasi sederhana. Banyak yang mempertanyakan bunga ini. Apakah dijual? Apakah buat souvenir? Kalau memang kebetulan ada yang tinggal di Pontianak saya kebetulan membagikannya secara gratis untuk produksi sembari latihan ini. Nanti kalau sudah benar-benar rapi dan layak jual baru deh gelar lapak. Hahahaha... ujung-ujungnya dagang deh.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma