Langsung ke konten utama

Blackberry Messenger for Android, Pertahanan atau Senjata Makan Tuan?


Blackberry sekarang memang tak sebooming 5 tahun yang lalu. Pokoknya dulu tuh kalau tidak punya blackberry kesannya tidak keren, tidak gaul. Banyak orang berlomba-lomba membeli blackberry untuk memenuhi keingian 'gaul' mereka. Blackberry Messenger alias BBM menjadi sesuatu yang sangat keren pada masa itu. Bagaimana orang saling bertukar PIN. Paling menyebalkan adalah saat kita sendiri tidak terseret arus untuk menggunakan blackberry juga ikut terkena imbasnya. Banyak sekali orang yang menanyakan PIN BBM kita.

Kemunculan android sekarang sangat berhasil menggeser blackberry. Banyak orang yang mulai menukar blackberrynya dengan android. Walaupun demikian ada beberapa orang yang tetap setia dengan BB-nya. Sekarang seperti yang kita tahu BBM for android sudah bisa digunakan dengan lancar. Berbagai jenis android sudah diinstall aplikasi ini. Padahal pembeda satu-satunya blackberry dengan smartphone seperti android atau iOS adalah pada BBM. Walaupun sebenarnya masih banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Bukan hanya BBM.

Cuma memang tarif yang diberlakukan oleh operator lebih murah saat kita menggunakan paket yang hanya bisa BBM-an, twitter, dan facebookan. Sehingga pengguna BB pasti akan menginginkan orang lain bisa berkomunikasi dengannya menggunakan BBM saja. Jadi jangan heran saat demam BBM muncul semua orang mulai mencari yang namanya pengguna BB dan meminta kita untuk bisa memberikan PIN-nya sehingga bisa lebih sering berkomunikasi tanpa biaya tambahan lagi saat dia sudah membeli paket BB yang termurah tersebut. Jadi tak bisa pula kita menyalahkan pengguna blackberry yang tidak menggunakan layanan full service.

Blackberry menyediakan BBM untuk android dan iOS sekarang barangkali, ini hanya tebakan saya, sebenarnya ingin mempertahankan eksistensi Blackberry sendiri. Mungkin mereka berpikir bahwa dengan mengeluarkan BBM for android dan iOS setidaknya membuat pengguna blackberry tetap bertahan menggunakan blackberrynya. Sebab dengan adanya BBM for android dan iOS berarti pengguna blackberry yang sudah lama menggunakan BBM akan tetap menggunakannya. Sebab sekarang mereka bisa menggunakan layanan paling murah yang disediakan operator untuk berlangganan paket blackberry dan tetap bisa berkomunikasi dengan pengguna smartphone seperti android dan iOS tanpa perlu menginstall aplikasi yang lain lagi.

Blackberry sadar betul pasar benar-benar lebih mendukung android dan itu bisa mengancam keberlangsungan mereka. Diharapkan BBM bisa menjadi penyelamatnya sehingga orang tetap bertahan menggunakan blackberry. Setidaknya tidak meninggalkan sama sekali. Mengharapkan pengguna baru sebenarnya memang kurang besar kemungkinannya. Walaupun demikian untuk benar-benar mati dari pasar tentunya butuh waktu lagi.

Tetapi sayangnya, pengguna blackberry lama mengaku bahwa akun BBM mereka yang lama tetap bisa digunakan di smartphone. Sehingga mereka lebih memilih untuk memiliki android dan memasukkan akun BBM mereka ke smartphone tersebut. Jadi pengguna lama juga mulai berpikir ulang untuk menggunakan blackberry mereka lebih lama. Sebab untuk aplikasi sosial media lainnya tentu sudah lengkap tersedia untuk smartphone android dan iOS.


Bagaimana cerita blackberry selanjutnya? Apakah langkah yang mereka lakukan ini sebuah pertahanan atau ujung-ujungnya senjata makan tuan?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan