20 Oktober 2013

AKU SEKSI DITENGAH DEADLINE


Ditengah pergulatan menyelesaikan tugas akhir di salah satu perguruan tinggi tertua di Sumatera, ada bebrapa bagian kisah yang masih terpatri didalam memoriku. Kalau dihubungkan dengan tema swap blog pada bulan Oktober, I’m sexy and I Know it, mungkin bisa dijadikan suatu korelasi (emang agak dipaksain biar nyambung). Tidak tahu apa yang ada dipikiran host kali ini, Tukang Minggat, hingga mencetuskan tema seperti diatas. Bagaimanapun ini telah menjadi suatu rutinas bulanan, walaupun sudah 2 bulan ini aku mati gaya dalam menulis (dikarenakan virus malas yang bertubi-tubi), kugerakkan juga jemari-jemari lentikku diatas keyboard.  Terimakasih buat swap partnerku mbak hani, sehingga aku bisa berekspresi di blognya.

Kembali lagi ditahun 2010,ditengah pergulatanku menyelasaikan tugas akhir. tugas akhirku menggunaknan research, kukumpulkan data-data berdasarkan questionare yang telah kusebarkan, kuinterview beberapa informan untuk memperkuat data-. Sungguh tugas yang sangat melelahkan dikala itu, karena semangat untuk segera menyelasaikan tugas akhir sangat menggebu-gebu, namun seperti biasa, virus malas tetap menghantuiku. Virus menunda-nunda pekerjaan. Tapi aku tidak mau dibuat terlena oleh virus ini, maka kukuatkan diri. Tetapi sesekali disetiap sore dikala itu pasti akan kusempatkan diri bercengkrama dikantin kampus. Kami para mahasiwa menyebutnya barak. Barak tempat kami mengganjal isi perut.

Sore itu aku selesai mengikuti kegiatan ekstra kurikuler di kampus. Aku mengikuti kelas bahasa korea, mumpung ada beberapa mahasiswa korea yang memberikan kursus bahasanya. Jadi memang menarik. Namun sampai saat ini cuma saranghe yang masih kuingat dengan tepat. Dikelas ini tidak hanya pelajar dari indonsia, tetapi juga pelajar dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Korea, Jepang dan beberapa negara di Afrika. Selesai belajar kami duduk dan berseloroh di barak. Aku tetap ikut walaupun sibuk berkutat dengan beberapa questionaire yang kubagikan, dan menghitung hasil berdasarkan standarisasi questionaire yang kugunakan. Aku tetap menyimak dan tetap fokus dengan laptopku. Sampai salah Seorang pemuda dari salah satu negara di Afrika menyapa dan duduk dihadapanku, sehingga menghentikan pekerjaanku barang sejenak. Kami terlibat dalam sebuah percapakan ringan. Tak ada salahnya berhenti sejenak dari kesibukanku dengan rutinitas tugas akhir. Dia cukup ramah dan begitu tertarik dengan Indonesia. dengan senang hati, aku menjelaskan tentang indonseia dan provinsiku. Ini akan menjadi tempat dia tinggal untuk setahun kedepan. Jadi tidak ada salahnya memberikan penjelasan budaya dan alam kepadanya. Aku paham pasti dia juga ingin beradaptasi dengan lingkuangan yang baru.

Singkat cerita pertemuan sore itu sangat menyenangkan. Dia pun ingin berguru bahasa indonesia padaku, dan aku ingin berguru bahasa perancis padanya. Dia meminta nomor telpon gengamku agar bisa berkomunikasi lewat pesan singkat dalam bahasa. Tidak keberatan aku dengan hal tersebut. Berselang empat jam kemudian, sebauh pesan singkat kuterima.

Halo, apa kabar? Saya xxx, nice to meet you

Kubalas pesan sigkat itu ” baik.nice to meet you too

Aku tidak bertanya lagi. Karena aku bukanlah sms oriented person. Paling tidak suka sms-an. Lagian aku memang sibuk dengan tugas akhir. Kata-kata TA memang menghantuiku belakangan. Jadi memegang telpon genggam hanya akan menunda-nunda perkerjaanku bersama TA. Tetapi dia bertanya lagi, dan aku menjawab singkat. Aku membalas demi kesopanan, dan tidak enak hati. Ini salah satu sifat ketimuranku yang masih susah hilang sampai sekarang, suka tidak enakan dengan orang lain. terkadang tetap berinteraksi demi kesopanan. Masih susah bagiku untuk berkata tidak ketika itu. Sms demi sms tetap mengalir. Salahku juga sih, demi bersikap tetap ramah. Hingga samapi lah sms nya padaku menanyakan. “is it your bou friend fat?”. Dia menanyakan tentang pacarku. Dia ingin tahu pacarku. Sampailah kepada kata-kata pamungkas para pria, dia menembakku pada saat itu. Aku shock kaget dan terpental. Kurang 1x24 jam langsung menyatakan suka padaku. Bagiku yang masih menjalani budaya ketimuran, masih sangat tabu dengan reaksi secepat  kilat itu.

Wanita denga tubuh gemuk (dibaca#agak berisi) ternyata adalah simbol keseksian di beberapa negara tertentu. mungkin karena itulah dia tidak ingin menyia-nyikan kesempatan dekat denganku. Kukatakan tidak dengan sopan, dan kukambing hitamkan TA sehingga aku tidak ingin dekat denagn pria manapun saat itu. Aku ingin fokus dengan TA. Demi kesopanan kukatakan hal tersebut, aku memang perlu belajar mengatakan  “tidak” kalau aku memang tidak menyukai seorag pria, baik dia atau pria manapun. Lagi-lagi aku tidak suka enakan menolak orang lain. takut dia tersinggung, atau takut dia merasa jelek karena tidak diterima olehku. Aku takut seseorang patah hati karenaku.



Tak selang seminggu kemudian, disaat aktifitas memuncak dengan TA dan batas tenggat waktu untuk mendaftar sidang semakin mepet. Oleh karena itu aku harus berburu pembimbing sampai kerumah beliau. Untung sekali beliau tidak keberatan meluangkan waktunya memberikan bimbingan di rumah. Karena di kampus pun jadwal mengajar beliau sangat padat. Dengan tekad dan semangat membara aku bergadang di depan laptop menyelesaikan perbaikan-perbaikan yang dianjurkan beliau. Malam itu aku harus kerumahnya, ojek langganan yang biasa aku telpon pun tak bisa mengantar malam ini. Anaknya sedang sakit. Terpaksa, kupergi ke pangkalan ojek dimana biasa ada ojek-ojek lain sedang mangkal. Tapi sial bagiku tak satupun ojek sedang mangkal. Dirumah pun tidak ada yang bisa mengantarkanku kerumah pembimbing, dan bodohnya lagi, aku tidak bisa membawa motor. 




“Kak lagi nunggu siapa?” dua orang pemuda yang bisa nongkrong disebuah toko didekat dirumahku menyapa. Mereka mengagetkan aku, mereka adalah anak-anak komunitas vespa ekstrim. Mereka sering menyapa ketika aku lewat didepan toko tersebut. Bagaimanpun juga, aku tetap tersenyum. Karena pada dasarnya aku ramah pada siapa saja. Lagian wajahku memang selalu seperti orang yang sedang tersenyum (karena senyum diwajahku, dosen penah memanggilku kedepan kelas dan marah, dia pikir aku lagi meledeknya dengan senyumanku). Aku mengatakan kesulitanku menemukan ojek pada mereka. Salah satu diantara mereka yang mengenalkan diri sebagai YYY, mau berbaik hati mengantarku. Dia mengatakan kalau aku tidak keberatan di bonceng dengan vespa ekstremnya dia, dia akan senang mengantarku. Aku juga bingung, antara menolak atau menerima. Aku sangat butuh tumpangan ketempat pembimbing dan disatu sisi aku tidak mungkin pergi dengan dia. Orang dirumah bisa kaget kalau aku pergi dengan dia. Vespa mereka benar benar ekstrim, dan aku tidak tahu mereka mendapatkan imajinasi dari mana untuk memodifikasinya. Penampilan YYY juga jauh dari penampilan anak baik-baik (ada streotype tersendiri tentang prilaku seseorang berdasarkan penampilan). Dari tato ditangannya, piercing di hidung maupun telinganya serta eyeliner yang mempertegas matanya, orang pasti berfikiran dia freeman (alias preman).

Aku berpikir seribu kali. Tapi kemudian dia menyeletuk, “ Mungkin kamu ngak mau saya bonceng dengan vespa ini ya, cewek baik seperti kamu pasti ngak mau?”. Karena tidak ingin menyinggung perasannya yang telah berbaik  hati  berniat mau membantuku. Aku tidak ingin dianggap orang yang menilai sesuatu dari penampilannya saja. Akhirnya aku terima bantuan YYY, kubujuk dia menggunakan vespa yang lebih  normal, tidak yang terlalu ekstrim, walaupun masih dengan suara yang sangat memekakkan telinga. Entahlah apa yang ada dipikiranku disaat itu, yang pasti aku ingin sampai ditempat pembimbing malam itu juga, deadline sidang didepan mata. Dia menjemputku agak jauh dari rumahku, karenaku tidak ingin orang rumah mengintrogasi dengan siapa aku pergi. Jalan ceritanya bisa lebih ribet, karena mereka akan terheran-heran aku mengenal YYY dari mana.

YYY mengantarkanku ketempat pembimbing dengan selamat. Ternyata seru juga naik vespa yang berbeda. Tapi aku minta  diturunkan agak jauh dari rumah pembimbing. Karena sumpah banget, vespanya berisik sekali, aku ngak mau pembimbing tahu kalau aku yang naik vespa yang menggoncangkan keheningan malam dikompleksnya. Bisa-bisa beliau menolak bimbingan hari itu. Dua jam setengah YYY menungguku selesai bimbingan. Maklum aku datang agak telat, dan sudah ada beberapa mahasiswa lain yang sedang bimbingan. Jadi aku harus menuggu giliran. Ketika pulang, diatas vespa dia mengatakan sesuatu padaku. Ditengah pergulatan otakku memikirkan perbaikan TA sekembalinya dari rumah pembimbing, ia menyatakan suka padaku. Aku hampir saja terpental dari vespa mendengarkan curahan hati YYY padaku. Serangan penembakan disaat deadine TA.

Ini lebih mengejutkan dari ditembak pria dari salah satu negara di benua Afrika. Ini lebih cepat. Kurang dari empat jam kami kenalan tadi. Dan sepertinya dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menyatakan cinta padaku. Kamu tahu tidak kawan kenapa dia jatuh cinta padaku? Katanya dia sudah lama melihatku, sudah lama memperhatikanku, karena kalau aku pulang kerumah biasanya berjalan melewati tempat anak komunitas vespa ekstrim sering berkumpul. Suatu ketika dia melihatku menyebrangkan seorang nenek di jalan raya. Pada saat itu lah ia jatuh hati padaku. Dia mengatakan aku seperti seorang bidadari yang baik hati. Dia mengatakan bahwa aku seksi dengan badan berisi, aku seksi karena ramah pada teman-teman dikomunitasnya. Otakku hanya melayang-layang bersama dinginnya angin malam, tidak paham dimana ia bisa tertarik padaku. Kalau aku flash back ketika melewati jalan dari pasar kerumah, tidak pernah sekalipun kugunakan baju bagus. Hanya t-shirt kusam dan terkadang bolong digigit binantang pemangsa dibagian bawah serta celana sedengkul,sehingga baju seperti ini lebih nyaman dan memudahkanku bergerak dipasar. Karena dipasar biasanya aku membantu menimbang gula, minyak ataupun tepung. Jadi tak akan pernah kugunkan baju yang berlagak ke pasar. Percuma saja, karena rutinitas dipasar sangat membuat pakaian kotor.

-------------------------------------

Kalau ingat dua kejadian  tersebut ketika aku sedang sibuk-sibuknya berkutat dengan puluhan jurnal, buku teori, rentetan perbaikan tugas akhir baik dari segi teori maupun tata bahasa serta deadline. Mungkin disaat-saat itulah aura seksiku semakin memancar menyinari jagat raya. Aku hanya tersenyum kecil saja didalam hati, buktinya pria-pria tersebut berlomba-lomba merebut hatiku. Bagi mereka aku seksi karena berisi (tubuh dan otakku sama-sama berisi loh). Aku seksi karena aku ramah. Aku seksi karena aku menjadi diri sendiri. Aku seksi karena karena. Aku seksi karana aku tahu itu. Jadi para wanita-wanita diluar sana yang merasa harus seksi dengan berpakaian serba minim untuk menarik lawan jenisnya. Sungguh suatu ironi. Keseksian bukan lah hanya penampilan luar semata, bukanlah sesuatu yang harus dipamerkan hanya sebatas fisik semata. Ketika kamu pintar dan bisa menjadi lawan bicara yang hebat bagi pasanganmu, kamu pastilah seksi dan pintar dimatanya. Jika kamu jago masak dan bisa mengguncang seleranya, kamu juga seksi. Setiap wanita itu seksi dengan caranya masing-masing, mulai dari yang glamor, elegan sampai murahan.

Silahkan mampir ke blogku

Tulisan ini terinspirasi ditengah kegalauan dan deadline untuk menyelesaikan Tugas Akhir kuliah. Momen-momen disaat otak mumet meleleh  menjadikan cerita kenangan tersendiri bagi penulis.

October-november 2010, Padang,

Pictures:

Related Posts

AKU SEKSI DITENGAH DEADLINE
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.