Langsung ke konten utama

Pontianak Kota Bersinar

Foto oleh Ronee

Pontianak Kota Bersinar, sebutan ini tentu sangat sesuai dengan matahari yang selalu bersinar terang di Bumi Khatulistiwa. Cahayanya menerangi setiap sudut Pontianak. Bahkan tidak tanggung-tanggung suhu udaranya bisa 32-33 derajat. Walaupun sebenarnya masih banyak lagi kota yang memiliki suhu yang lebih tinggi tetapi matahari Pontianak memang lebih terasa dibandingkan dengan tempat lain. Cuma anehnya kulit saya malah lebih cerah dibandingkan saat masih berada di Jawai Selatan dulu.

Sekarang ingin berbagi pemandangan Pontianak Kota Bersinar yang lokasi pengambilannya dari rumah adat dayak yang baru di Kota Baru. Rumah Radakng. Saya sudah izin dengan pemilik foto ini untuk memajangnya di blog. Foto ini juga bukan dihasilkan dari kamera profesional melainkan kamera ponsel. Saya tak akan menjelaskan apa merek kameranya karena memang ini bukan postingan berbayar.

Sebenarnya saya yakin banyak sekali foto yang memamerkan Kota Bersinar ini. Tetapi saya sendiri belum menemukan pemiliknya dan foto yang dimilikinya. Pelan-pelan saya akan mencoba berburu foto-foto yang memamerkan sudut-sudut Kota Pontianak dan sekitarnya sehingga teman-teman yang tak pernah datang ke sini jadi tahu bagaimana sebenarnya Kota Pontianak itu sendiri.

Sebab kadang saya sendiri merasa sangat kaget masih banyak orang yang beranggapan bahwa Pontianak itu tidak semaju yang sebenarnya. Bahkan ada yang bertanya apakah penduduk Pontianak tinggalnya di rumah? Karena dalam pikiran mereka warga Pontianak masih tinggal di atas pohon dengan rumah-rumah seadanya. Padahal di Pontianak sudah sangat maju bahkan sudah banyak mall.

Bandara saja ada di sini. Bagaimana mungkin kami masih primitive? Hehehe..

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan