1 September 2013

Mengapa Harus Copas?


Berulang kali pertanyaan ini muncul di kepala saya. Blogger bukannya ngeblog? Kok copas? Saya sering mengutip tulisan-tulisan yang saya butuhkan untuk mendukung tulisan saya sendiri. Itu tentu saja adalah hal yang biasa. Banyak sumber yang memang dibutuhkan tulisannya untuk mendukung tulisan kita. Seperti Wikipedia atau yang lain. Karena memang penjelasan istilah tersebut bukan kita yang menemukan.

Jadi ingat dengan tulisan saya yang mengatakan bahwa blogger itu: ‘You are a writer, not acopy paster’. Apalagi kalau kita mengambil tulisan-tulisan tersebut tanpa izin. Memang ada penulis yang begitu cuek dengan tulisannya yang diambil orang lain tanpa meminta izin dan langsung memajangnya di blog.

Mengapa malas menulis?

Banyak orang yang tak membuat blog dengan alasan dirinya tak bisa menulis dan banyak juga yang malas untuk membiasakan dirinya menuliskan ide dan gagasan yang sering muncul di kepalanya. Sebenarnya menulis itu alah bisa karena biasa. Bukan masalah ada yang terlahir sebagai penulis ada yang tidak. Sebab setiap orang punya cerita untuk dituliskan. Penulis bukan berarti kita punya banyak karya yang banyak di toko buku tersebar ke seluruh pasar Indonesia dan dunia.

Esensi menulis dan penulisnya kan bukan seperti itu.

Di balik itu semua banyak pula blogger yang malas menulis tapi punya banyak blog. Bahkan ternak blog di mana-mana. Berbagai platform pula. Lantas karena malas menulis, blogwalking ke berbagai blog dan mengambil tulisan-tulisan yang ada di tempat-tempat yang dia temukan. Kalau rasanya menarik dia pun mengambilnya dan memajangnya di blognya sendiri.


Mengapa sih harus copas padahal tak ada salahnya kita menulis kembali artikel yang kita baca dengan bahasa kita sendiri untuk menghargai tulisan orang lain. Jangan lupa pula untuk mencantumkan tautan ke tulisan yang menginspirasi tulisan kita.

Related Posts

Mengapa Harus Copas?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.