Langsung ke konten utama

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?


Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.

Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.

Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut dengan stalker.

Seperti apa sih stalker ini?

Biasanya dia tidak mengikuti akun tersebut yang dia 'stalking' namun dia akan membuka profil yang ingin dia stalking tersebut walaupun banyak pula stalkers yang mengikuti akun yang ingin dia stalking. Dia akan membaca twitnya sampai dia puas. Salahkah menjadi stalker? Tak ada masalah sebenarnya selama tak melanggar norma yang ada. Misalnya tidak memanfaatkan twit orang yang distalkingnya untuk kepentingan tertentu yang tujuannya negatif atau sampai melanggar undang-undang.

Untuk mengetahui seseorang stalking akun twitter kita sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang kalau menggunakan program, susah kalau tidak menggunakannya. Sebenarnya tanpa program pun kita bisa tahu kok seseorang itu stalking akun twitter kita atau tidak. Nah bagaimana caranya mengetahui siapa saja orang yang menjadi stalker di akun twitter kita? Tapi belum tentu juga sih dia benar-benar stalker, namanya juga program, bisa saja salah memberikan hasil.

  1. Login ke twitter
  2. Setelah itu sign in menggunakan akun twitter kita yang ingin kita ketahui siapa saja orang yang menjadi stalker di sana. Izinkan aplikasi untuk mengakses akun twitter kita. Setelah muncul halaman http://www.tweepsect.com/ dalam status log in menggunakan twitter kita tinggal mengetikkan username kita di kotak yang disediakan.
  3. Tekan tombol 'enlighten me'.
  4. Ada tiga daftar yang nantinya akan muncul yaitu, mutual, stalking, dan stalkers. Akun yang dalam status mutual itu artinya kita pernah saling mengunjungi profil twitter masing-masing. Alias saling stalking. Lalu bagian 'stalking' itu adalah akun twitter yang pernah kita kunjungi profilnya tapi tak mengunjungi kita kembali. Kemudian bagian terakhir 'stalkers' nah inilah orang-orang yang men-stalking akun twitter kita dan tidak kita kunjungi balik profilnya.

Menurut saya sih aplikasi ini tidak sepenuhnya benar. Karena biasanya orang akan menganggap orang lain stalker dan melakukan stalking ke akun twitternya itu punya niat yang kurang baik. Biasanya karena tidak suka atau ingin jadi haters, sibuk stalking sumber ketidaksukaannya tersebut. Sedangkan pada aplikasi ini kategori stalkers adalah orang yang mengunjungi profil twitter seseorang tetapi tak mendapat kunjungan balik dari orang yang distalking tersebut.

Tidak sesederhana itu. Namun kalau memang penasaran untuk mengetahui siapa yang benar-benar menjadi 'stalkers' dan selalu stalking akun twitter kita, lama-lama juga akan ditunjukkan kok. Biasanya stalkers suka melakukan kesalahan. Misalnya nih saat stalking akun twitter kita tiba-tiba memencet favorit pada twit kita yang sudah lama, biasanya ini dilakukan secara tidak sengaja. Bisa jadi karena menggunakan smartphone layar sentuh, sehingga sangat sensitif saat menggeser deretan twit kita hingga ke bagian bawah.

Apalagi kalau kita mencurigai sebuah akun menjadi stalker kita. Coba aja cek lini masa miliknya. Biasanya mereka akan nyirnyir dengan twit kita padahal tidak saling follow. Biasanya karena saling tidak suka jadinya tidak mau saling mengikuti di twitter.


Sebenarnya sih tahu atau tidak kita dengan cara untuk mengetahui siapa saja yang menjadi stalkers di akun twitter kita tak begitu memberikan pengaruh kok. Nikmati saja hidup ini dan tulislah apa pun yang kita suka selama itu tidak berniat untuk menyakiti orang lain.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan