Langsung ke konten utama

Swap Blog, Are You Ready?



Ulang... ulang... arrrrryuhhhhhredeeeehhhhh?


Sudah awal Juli, tandanya Swap Blog sudah dimulai. Tapi tentu saja seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa akan ada blogger yang saling bertukar blog untuk sementara waktu. Sebenarnya hanya satu minggu saja sih. Di blog saya sendiri saya membuka kesempatan untuk blogger yang bertukar dengan saya menulis sebanyak yang dia mau. Kalau pengen seminggu penuh, jadi ada tujuh tulisan, misal satu tulisan sehari, ya monggo, tidak ada masalah kakak. Lumayan membantu target bulan Juli-lah ya.





Tapi bentar-bentar, Swap Blog apaan Tante Hani?

Kalo baca-baca dari postingan beberapa teman yang sudah menuliskan dalam bahasa Enggres yang apik, mau tidak mau saya membuat makna tersendiri, dalam bahasa Endonesah yang tercintah.

Jadi begini, masih ingat dong dengan Big Blog Exchange? Pertukaran blogger dunia yang menjaring 16 blogger yang beruntung. Tak hanya bertukar blog, tapi juga bertukar negara. Lalu menuliskan pengalamannya di blog pasangannya bertukar tersebut. Bukan pasangan yang tertukar ya, semacam judul shitnetron jadinya.



Seperti yang kita tahu, Indonesia yang perwakilannya ada 12 orang yang lolos final, malah tak satu pun yang terpilih. Padahal saya sudah buat paspor loooohhh... sumpeh yakin amat yak bakalan menang. *lap air mata adegan film China, dengan gaun tuan puteri China dengan sasak di kepala*

So what happen after that bebs?



Sejak awal saya sudah tahu sih hotel yang menjadi sponsor utama kegiatan tersebut tidak ada di Indonesia. Jadi kemungkinan untuk menang semakin kecil. Ya tak mungkinlah peserta akan diinapkan di hotel yang bukan milik sponsor. Padahal biasanya sponsor akan mendapatkan kesempatan untuk promosi. Tentu saja peserta yang terpilih wajib menginap di hotel sponsor tersebut.

Karena oh karena...

Karena di Indonesia hotel sponsor tersebut tak ada, jadi bisa dipastikan. Blogger dari Indonesia tak ada yang akan terpilih. Kalau saya sendiri selalu meyakini bahwa setiap kekalahan adalah tabungan untuk mendapatkan kemenangan yang lain. Seperti mata uang yang harus digunakan untuk membeli kemenangan selanjutnya. Bisa jadi kemenangan nantinya lebih besar dari kekalahan.


Tapi... tapi.. tapi... tetep dong kecewa. Kesempatan keliling dunia gratis 10 hari sudah pupus. Paspor pun teronggok. Jadilah blogger Indonesia yang masuk final kemarin membuat Swap Blog. Intinya tuker-tukeran blog juga. Cuma tak bertukar tempat. Hanya saling mengisi blog pasangan bertukarnya dengan tulisannya.

Kali ini pertukarannya sebagai berikut.




 
http://letsescape.me/2013/07/01/swap-swap-swap-time-to-exchange-the-blog/
Temanya Life in a day. Kali ini yang nentuin pertama kali soal tema dan blogger yang bertukar adalah Gelato Traveler. Selanjutnya akan digilir sesuai urutan. Dimulai dari delapan orang, selama tujuh bulan. Karena hanya bertukar di awal bulan dan setiap bulannya hanya bertukar dengan satu orang. Jadi saya akan mengisi 7 blog selama 7 bulan ke depan.

Arrrryuuuuhhhredeeeeehhh?


Sebelum blog ini diisi oleh pasangan bertukar saya, Om Nduut, saya kenalkan dulu deh ya soal Om Nduut ini. Dari sudut pandang saya.

Pertama kali saya melihatnya saat melihat daftar Big Blog Exchange. Waktu itu saya memang memperhatikan siapa saja perwakilan dari Indonesia yang masuk 25 besar. Om Nduut ini satu di antaranya. Waktu itu saya pikir, saya harus melampaui dirinya kalau ingin masuk 25 besar dan memimpin Indonesia di 5 besar dunia.

Waktu melihat jumlah dukungan kami yang berbeda sangat jauh saya pikir dia pasti banyak banget fansnya sampai bisa mendapatkan dukungan sebanyak itu. Tapi kemudian saya sadar bahwa untuk mendapatkan dukungan bisa dengan berbagai cara, termasuk mendapatkan dukungan dari murid-murid teman saya yang sama sekali tak mengenal siapa blogger yang mereka dukung. Hahahahah...


Lucky!

Saya memang melampaui Om Nduut dan merasa aman. Ingin menyapanya sih sejak pertama melihat blognya. Tapi malu. Rasanya saya tak bisa membayangkan reaksinya saat disapa oleh satu di antara ‘saingannya’ untuk mendapatkan posisi 16 blogger di Big Blog Exchange.

Namun ketika kami semua yang masuk final sebagai blogger dengan lambang sang saka merah putih tak ada yang terpilih, ada keterikatan emosi yang tak bisa dibeli dengan benda apa pun di dunia ini. Kayaknya sampe pengen bilang: ‘we loose, but I think it’s worth it’. *semoga penulisannya benar, CMIIW


Dari Om Nduut saya belajar juga bagaimana kita harus berani untuk mempertanyakan apa yang menjadi sesuatu yang mengganggu dalam kepala kita. sebab Om Nduutlah satu-satunya orang yang saya tahu, berani bertanya pada panitia Big Blog Exchange soal kekalahan Indonesia. Pertanyaan besarnya: ‘mengapa Indonesia yang diwakili 12 blogger di 25 besar Asia Pasifik tak ada yang terpilih?’.

Panitia tentu memberikan jawaban yang cukup netral. Setidaknya bisa dikatakan jawaban aman yang tidak akan memuaskan.


Muncullah ide untuk membuat Swap Blog, pertukaran blogger edisi kami sendiri. Catatan, tak ada hadiah apa pun untuk perhelatan 8 blogger ini. Buat saya sendiri, ini kesempatan untuk merasakan bagaimana sensasinya bertukar blog dengan orang lain. As you know, tak ada seorang pun yang saya izinkan menulis di blog ini selama usianya yang sudah menginjak dua tahun (atau baru dua tahun?).



Selamat buat Om Nduut yang terpilih untuk menjadi orang pertama yang menulis di blog ini. Hahahaha... apa cobak? Gitu aja kali ya? Kalau ada yang ingin ditanyakan silakan tinggalkan komentar ya!

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs