Langsung ke konten utama

Tentang Kamu


Tahukah kamu, malam itu aku memimpikan tentangmu. Dua kali. Saat tengah malam aku terbangun karena kaget dengan mimpiku yang aneh dan ada kamu, aku mencoba memejamkan mata kembali dan berharap memimpikan tentangmu.

Selama ini tak ada satu energi pun yang sekuat kamu. Terpisah sedemikian jauhnya di dua negara yang bersebelahan. Jauh menurutku karena aku tak bisa menyeberangi perbatasan negara kita dengan semaunya. Hanya untuk melihat kembali tatapan matamu.

Apakah tatapan matamu akan selalu sama padaku?

Mata yang membuat jantungku berdetak sedemikian cepatnya saat mataku ikut terkunci di dalamnya. Katakan apa saja dan aku bersedia mendengar suara merdumu bercerita. Bercerita tentang apa saja. Tapi kamu jarang menceritakan tentang apa pun yang kamu alami di dalam hidupmu.

Apakah ada luka di sana?

Malam itu, saat aku pertama kali menemuimu pun, kamu lebih banyak mendengarkanku. Mengapa malam itu kamu mengundang kedatanganku? Di saat aku yang sedang rapuh karena noktah cinta yang tak menemukan pelabuhan terakhirnya. Lalu bahumu sedemikian hangat untuk kepalaku. Membuat hatiku berbunga.

Saat tak ada yang mengulurkan tangannya padaku, kamu dengan sejuta pesona memberikannya. Menggenggam tanganku erat. Membiarkan aku hanyut di dalam aroma yang sedemikian indahnya. Kali ini aku hanya ingin kamu yang menjadi hadiah istimewa di pertambahan usiaku.

Kalau memang bisa meminta. Aku hanya ingin kamu ada di depanku sekarang ini. Rindu yang tak tertahankan rasanya sedemikian menyiksa. Tapi kamu harus tahu aku masih tertawa seperti biasanya. Sebab aku tahu kamu sangat menyukai cara tertawaku. Tawa yang polos katamu.

Tawaku yang membuatku berbeda dengan yang lainnya di dalam pandangan matamu hari itu. Aku masih bisa tertawa ketika bersama siapa pun. Meski lelah melanda raga. Seharusnya kamu tahu apa yang ingin kudengar dari bibirmu di hari perpisahan kita.

Lalu kemudian kata-kata yang ingin aku keluarkan hanya bisa aku telan di dalam hatiku. Aku tak mau jarak menjadi semakin jauh rasanya setelah aku mengatakan apa yang aku rasakan tentangmu. Tentang kita. Tentang malam itu. Tentang bulan yang semakin purnama.

Aku hari ini pun masih menunggu. Menunggu hari yang entah datang atau tidak. Hari di mana kita bisa bertemu lagi. Ketika hari itu datang tak ingin kusia-siakan untuk kedua kalinya. Akan kukatakan semua yang aku rasakan hingga detik ini tentangmu.

Padahal aku pikir aku akan segera melupakanmu. Pertemuan kita terlalu singkat untuk menimbulkan sesuatu yang lain di antara kita berdua. Lantas apakah sekarang aku harus mengatakan bahwa ternyata aku salah? Aku keliru menilai hatiku sendiri? Sebab kali ini rasanya begitu kuat dan mengcengkram di dalam hati.

Apakah demikian pula dengan hatimu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs