Langsung ke konten utama

Komunitas Ideal [bagian 4]


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedelapan.

Tujuan yang jelas pada saat sebuah komunitas akan dibangun tentu saja akan menjadi titik tolak yang tak dapat dilepaskan, sebab dengan adanya tujuan kita sebagai anggota komunitas akan tahu langkah apa yang harus dilakukan agar tujuan tersebut bisa dicapai. Komunitas yang ideal tentu saja sebuah komunitas yang memiliki tujuan sejak awal yang ingin dicapai oleh anggotanya atas nama komunitas tersebut.

Saat tujuan tidak jelas, anggota komunitas akan bingung apa yang harus mereka lakukan di dalam komunitas yang sudah dibentuk tersebut. Bagaimana selanjutnya? Mereka akan terus bertanya-tanya tanpa tahu fungsi mereka sebagai anggota komunitas itu apa.

Tidak hanya dalam membentuk komunitas dibutuhkan tujuan yang jelas. Bahkan kalau bisa dibuat pula target pencapaian dan jangka waktu yang diinginkan untuk mencapai target tersebut. Bahkan saat saya menuliskan ini pun semua orang sudah tahu tujuannya apa. Untuk mengumpulkan poin pada pertandingan 8 Minggu Ngeblog. Itu sebabnya saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin, saya tahu tujuannya. Poin!

Begitu juga saat ngeblog. Saya memiliki tujuan yang hingga hari ini selalu ada. Latihan! Latihan! Latihan! Semua yang saya tulis ini adalah postingan latihan saya dalam menulis. Supaya tulisan saya menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Walaupun saya tidak menargetkan, apakah dalam setahun saya harus bisa membuat tulisan yang hebat atau tidak. Saya rasa khusus untuk menulis sendiri, bagi diri saya sendiri adalah proses belajar tanpa henti. Sampai mati. Karena saya menyukainya.

Tujuan lainnya kemudian mengikuti proses latihan menulis itu. Seperti saya ingin mendapatkan sesuatu selain menambah kemampuan menulis. Entah itu dalam bentuk reward dari kontes yang saya ikuti atau dari munculnya berbagai tawaran iklan yang tidak bisa saya tolak.

Ada pula tujuan untuk berjualan jasa dan barang yang sekarang masih saya jalani untuk menambah penghasilan tetap saya sebelumnya. Karena saya tahu tujuan saya saat membuat tulisan di blog ini, saya sendiri merasa wajib untuk terus menulis di dalamnya. Semalas apa pun, selelah apa pun, saya selalu berusaha meluangkan waktu, setidaknya satu dua jam sehari supaya blog ini terisi.

Membuat tantangan di blog ini dengan menulis lebih dari satu setiap harinya. Bahkan bulan Juni saya menantang diri saya untuk menulis enam tulisan dalam sehari juga bagian dari mencapai tujuan yang saya inginkan tersebut. Bisa jadi saya harus berlatih menulis lebih banyak dari orang lain untuk meningkatkan kemampuan saya. Setidaknya dengan membuat tulisan dengan jumlah tertentu dalam sehari saya bisa mengetahui di mana batas kemampuan menulis saya. Apakah hanya di batas 5 postingan sehari atau bahkan bisa menembus 12 postingan sehari di bulan Desember nanti.

Begitu pula dengan komunitas yang kita buat. Kita bangun bersama orang lain yang punya minat yang sama. Tentunya kita tentukan sejak awal tujuan akhir yang ingin kita capai dengan berada di dalam kapal yang sama. Komunitas! Komunitas yang tidak memiliki tujuan tentunya bukan komunitas yang ideal.

Saya pikir untuk apa juga kita membuat komunitas jika tujuan kita tidak jelas di dalamnya. Selain buang waktu kita juga sedang membuang tenaga kita.

Jika kita berada di dalam sebuah komunitas yang tak punya tujuan atau tujuannya kurang jelas lebih baik kita pikir ulang untuk terus berada di dalamnya. Karena itu bukanlah sebuah komunitas yang ideal. Bukan masalah besar atau tujuan yang ingin dicapai komunitas tersebut namun apakah tujuannya ada atau tidak?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs