Langsung ke konten utama

Tidak Ada Pertamax



Memoderasi komentar seperti sebuah mata pisau yang bisa memberikan manfaat atau mudarat. Sejauh ini saya rasa, saya merasakan manfaat yang luar biasa menerapkannya. Harusnya sejak awal saya lakukan untuk memilah komentar yang layak pajang atau tidak. Tapi tak ada kata terlambat untuk memulainya dan saya sudah melakukannya beberapa bulan yang lalu.

Bagian yang lucu dari komentator spam adalah mereka dengan bangga mengatakan berhasil menjadi pengomentar pertama di postingan terbaru kita. Pasti semua sudah tahu dia menuliskan apa di kotak komentar.

'Hore Pertamaxxxxxxxxxxxx. Horee jingkrak guling guling'

selengkapnya demikian, tidak ada editing hanya penambahan tanda petik di awal dan akhir. Mengapa masih ada orang yang dengan cerdasnya mengeluarkan komentar demikian? Pertama karena dia bukan pembaca tetap, jadi dia tidak tahu sama sekali bahwa di blog ini menerapkan moderasi untuk setiap komentar yang masuk.

Kedua, dia tidak membaca tulisan di bagian bawah postingan dan komentar.

Silakan tinggalkan komentar di sini.
Setiap komentar yang masuk akan melalui proses seleksi.
Saya mohon maaf apabila terlambat membalas komentar dan mengunjungi blog sahabat.

Komentar seperti inilah yang langsung saya tandai sebagai spam dan semoga blogger menyadari bahwa orang ini adalah penebar spam, bahkan orang yang sama sekali tidak membaca postingan orang lain dan menunjukkannya dengan berkomentar yang tidak jelas. Kalau memang tidak berniat membaca lebih baik jangan meninggalkan komentar di blog ini dengan harapan orang akan mengklik tautan ke blog anda, karena saya sangat selektif dalam memublikasikan komentar yang layak tayang atau tidak di blog ini.

Apalagi untuk blogger-blogger yang sebelumnya berkomentar tidak sopan di blog saya. Apa pun komentarnya tidak akan pernah saya tayangkan di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs