Langsung ke konten utama

Menikah Denganmu 24


 Menikah Denganmu 21

“Aku mau kamu.” - Clarissya.

weheartit.com

Awan membuka kaos yang dia kenakan dan melemparnya ke lantai. Menarikku berhadapan dengannya. Jemarinya meraih kancing bajuku dan mulai melepaskannya dari diriku.

“Kamu mau apa?”

“Kamu tidak hanya membutuhkan sebuah ciuman. Kamu membutuhkanku.”

“Hentikan Awan!”

“Kamu istriku.”

“Kamu kalau tidak mesum sehari saja tidak bisa.”

“Mesum-mesum begini aku suamimu, ayolah.”

“Ayolah apanya?”

Aku mengancingkan pakaianku kembali. Meraih kaos Awan dan menyerahkan padanya.

“Pakai lagi.”

“Kamu tidak mau?”

“Awan bukan itu yang aku mau sekarang ini.”

“Lantas kamu mau apa?”

“Aku mau dirimu yang lain, tanpa otak mesummu itu.”

“Memangnya kamu tidak mesum?”

“Setidaknya aku tak semesum dirimu, Wan.”

“Kamu lupa kejadian di hotel kemarin? Siapa duluan yang mesum?”

“Iya, aku yang mesum. Sudahlah. Mungkin kamu lebih baik pulang.”

“Kamu tak ingin cerita apa-apa denganku?”

“Tidak yang perlu aku ceritakan padamu.”

“Yakin?”

“Wan!”

“Iya aku pulang. Tapi buka dulu pintunya.”

Awan mengenakan kaosnya. Aku membuka pintu dan memberikan isyarat agar dia keluar. Tanpa aku sadari Awan ternyata telah bersiap untuk menciumku. Tangannya menekan pintu kembali. Pintu tertutup. Aku di dalam pelukannya. Perlahan Awan membawaku ke tempat tidur. Aku berbaring. Dia di atasku masih menekan bibirku dengan bibirnya. Beberapa saat berlalu tanpa kata. Aku membiarkannya.

weheartit.com

“Aku sudah menciummu. Sekarang aku mau pulang.”

Awan bangkit dan meninggalkanku. Jantungku yang berdebar tak menentu. Selalu saja begini yang aku rasakan. Mungkin Awan benar. Aku memang menginginkan Rama. Tapi dibandingkan semua itu aku jauh lebih menginginkan dirinya. Mengapa dia hanya menciumku? Mengapa dia tak memintaku pulang?

Aku berlari keluar dari kamar. Menuruni tangga dan mencari pintu depan. Aku melihat sosok Awan yang masuk ke rumahnya. Terburu-buru aku berlari ke arah yang sama. Belum sempat dia menutup pintu aku telah menerobos masuk.

“Hey, ada apa?”

“Aku mau kamu.”

“Mau, mau? Atau mau, 'mau'?”

weheartit.com

Aku tak melanjutkan ucapanku dan menariknya ke kamarnya. Mengunci pintunya dari dalam. Berdua tenggelam dalam cinta.


NB: Udah selesai belum ya ini? Ayo yang pengen ini sebagai episode terakhir silakan komentar atau ada yang punya saran lain?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs