Langsung ke konten utama

Maaf Saya Gagal: Satu Post Satu Hari

Seorang teman pernah mengingatkan saya apabila saya menulis, publikasikan satu tulisan saja dalam jeda 24 jam atau sehari. Sudah setahun lebih usia Honeylizious ini dan saya pikir saya hampir benar-benar melakukannya. Satu postingan dalam satu hari. Memilih Sabtu dan Minggu sebagai hari bebas. Boleh posting boleh juga tidak. Meskipun lebih banyak saya mengisinya dengan menulis lagi. Lebih banyak. Apakah saya senang dengan satu postingan sehari?

Alasannya sih sangat mudah kata teman saya tadi, agar setiap postingan saya terbaca oleh teman yang sudah mengikuti blog ini. Tapi ada beberapa blog yang saya kenal membuat tulisan lebih dari satu dalam sehari. Inginnya saya sih membuat tulisan setiap hari seperti yang saya mau dan publikasinya di hari yang sama.

Kontrol diri saya terhadap satu postingan perhari saya pikir sangat gagal, terutama bulan ini. Ada beberapa bulan sebenarnya yang tidak saya kontrol dan postingannya meledak. Melebihi jumlah hari yang ada. Itu tulisan dari blog lama yang saya pindahkan satu demi satu ke blog ini dan tetap mengikuti tanggal terbitnya di blog yang lama.

Bulan ini postingan terbanyak saya di hari Kamis kemarin. Maklum ingin dapat hadiah sepeda di Liga Blogger Indonesia. Pekan terakhir telah ditutup dengan poin tertinggi 23. Poin milik saya. Bangga? Sangat! Saya berhasil menempati posisi teratas sendirian. Berbeda dengan pekan sebelumnya.

Saat kembali memikirkan titik awal alasan blog ini ada saya pikir saya tak perlu mengontrol diri saya untuk membatasi diri menulis satu postingan sehari. Saya ingin menulis sebanyak mungkin. Setiap hari. Setidaknya satu. Karena saya suka menulis.

Menulis itu seperti menarik napas. Bagai detak jantung yang memenuhi rongga dada saya. Saya merasa hidup dengan adanya kegiatannya. Setidaknya menghentikan kegilaan yang bisa jadi akan merasuki saya jika saya tidak menulis. Seperti ketika netbook saya bermasalah dengan Jolicloud. Saat mereka berdua seakan tidak bisa dipersatukan. Emosi saya memuncak dan merasa menjadi orang tak berguna. Bagaikan prajurit tanpa tameng dan pedangnya.

Hampa.

Menulis membuat saya lebih hidup. Memperpanjang usia saya hingga suatu hari saya tak ada. Karena saya menulis semua ini untuk orang yang belum dilahirkan ke dunia. Anak-anak saya. Cucu-cucu saya. Anak-anak dari cucu saya dan seterusnya. Keturunan saya yang akan mengenal saya melalui tulisan-tulisan saya. Saya bukanlah orang terkenal yang akan keluar biografinya dalam waktu dekat dan dipajang di Gramedia. Saya hanya seorang penulis biasa yang meneruskan detak jantungnya dengan menulis.

Kepada kawan yang telah mengingatkan saya untuk tidak menulis terlampau banyak dalam sehari, maafkan saya. Saya hanya bisa membatasi diri saya untuk tidak menulis lebih dari 10. Bukan satu. Satu itu akan membuat saya sakaw. Saya janji, 10 sudah sangat cukup untuk sehari.

Saya akan tidur lebih nyenyak dengan banyak menulis. Terlalu banyak cerita yang akan saya lewatkan dengan menahan tulisan-tulisan di draft. Nanti basi. Sayang. Padahal saya menuliskannya dengan sepenuh hati. Kita pun tak akan pernah tahu kapan kita akan benar-benar meninggalkan dunia ini. Setidaknya jika besok adalah hari terakhir saya, saya telah menuliskan semua cerita terakhir saya dengan tuntas.

Teruslah menulis. Bukan untuk dirimu. Tapi untuk diri yang keluar dari dirimu. Diri yang ingin mengenal dirimu saat dirimu sudah tak ada. Biarkan mereka mengenalmu dengan caramu menuliskannya.

Suatu hari, 10 atau 100 tahun lagi, tulisan ini akan menjadi sebuah catatan yang sangat berharga bagi sebagian orang yang berasal dari keturunan yang ditanamkan di rahim saya. Orang-orang yang lahir dan ada dari Tuhan melalui saya.

Ini buat kalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs