Langsung ke konten utama

Lebih Indah Itu Kamu 2



Tangan keriput itu menyodorkan gelas kopi yang tadi ia hirup padaku. Tanganku tak kalah keriput. Bahkan rambutku tak lagi berwarna gelap. Putih di mana-mana. Senyumnya masih seindah pertama kali aku melihatnya. Gelas kopi itu aku letakkan di atas meja. Kami duduk bersebelahan di taman belakang yang dipenuhi rumput dan bunga-bunga. Tempat kami menghabiskan senja berdua.

“Kalau diberikan kesempatan untuk kembali pada hari itu, hari kamu melamarku, apakah kamu akan benar-benar melamarku?” aku bertanya pada Awan, sahabatku yang sekarang telah menjadi suamiku. Suami yang sangat tua.

Tiga puluh tahun berlalu begitu saja. Bagai sekejap mata. Bahagia dan duka menjadi bagian pernikahan kami.

“Jangankan diberikan kesempatan satu kali, berkali-kali pun kesempatan yang Tuhan kasih, aku akan kembali ke hari itu. Hari aku melamarmu dan melakukannya persis sama.”

“Tidak ada perubahan yang lebih berarti atau kejutan lain?”

“Biarlah seperti itu adanya.”

“Mengapa?”

“Karena penerimaanmu jauh lebih indah dari apa pun yang pernah aku dapatkan di dunia ini.”

“Kamu tidak menyesal menikah denganku?”

“Tak ada yang lebih indah dari kamu, Sya. Bahkan hari ini pun masih sama. Kamu selalu lebih indah.”

Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum malu. Sama seperti tiga puluh tahun lalu saat aku menerima lamaran Awan di sebuah pusat perbelanjaan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs