Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Menikah Denganmu 24

  Menikah Denganmu 1   Menikah Denganmu 2   Menikah Denganmu 3   Menikah Denganmu 4   Menikah Denganmu 5   Menikah Denganmu 6   Menikah Denganmu 7   Menikah Denganmu 8   Menikah Denganmu 9   Menikah Denganmu 10   Menikah Denganmu 11   Menikah Denganmu 12   Menikah Denganmu 13   Menikah Denganmu 14   Menikah Denganmu 15   Menikah Denganmu 16   Menikah Denganmu 17   Menikah Denganmu 18   Menikah Denganmu 19   Menikah Denganmu 20  Menikah Denganmu 21   Menikah Denganmu 22   Menikah Denganmu 23 “Aku mau kamu.” - Clarissya. weheartit.com Awan membuka kaos yang dia kenakan dan melemparnya ke lantai. Menarikku berhadapan dengannya. Jemarinya meraih kancing bajuku dan mulai melepaskannya dari diriku. “Kamu mau apa?” “Kamu tidak hanya membutuhkan sebuah ciuman. Kamu membutuhkanku.” “Hentikan Awan!” “Kamu istriku.” “Kamu kalau tidak mesum sehari saja tidak bisa.” “Mesum-mesum begini aku suamimu, ayolah.” “

Lebih Indah Itu Kamu 2

 Lebih Indah Itu Kamu Tangan keriput itu menyodorkan gelas kopi yang tadi ia hirup padaku. Tanganku tak kalah keriput. Bahkan rambutku tak lagi berwarna gelap. Putih di mana-mana. Senyumnya masih seindah pertama kali aku melihatnya. Gelas kopi itu aku letakkan di atas meja. Kami duduk bersebelahan di taman belakang yang dipenuhi rumput dan bunga-bunga. Tempat kami menghabiskan senja berdua. “Kalau diberikan kesempatan untuk kembali pada hari itu, hari kamu melamarku, apakah kamu akan benar-benar melamarku?” aku bertanya pada Awan, sahabatku yang sekarang telah menjadi suamiku. Suami yang sangat tua. Tiga puluh tahun berlalu begitu saja. Bagai sekejap mata. Bahagia dan duka menjadi bagian pernikahan kami. “Jangankan diberikan kesempatan satu kali, berkali-kali pun kesempatan yang Tuhan kasih, aku akan kembali ke hari itu. Hari aku melamarmu dan melakukannya persis sama.” “Tidak ada perubahan yang lebih berarti atau kejutan lain?” “Biarlah seperti

Lebih Indah Itu Kamu

Awan berlutut di hadapanku. Menyodorkan sebuah cincin. Aku yakin ini bukan adegan film atau dia sedang menggangguku. Wajahnya serius. “Menikahlah denganku.” “Awan, kamu bicara apa?” “Belum jelas?” “Menikahlah denganku.” Sahabat yang kukenal dan aku tahu selama ini tak pernah memacari siapa pun sekarang melamarku? “Jangan main-main. Ini tempat umum, Wan.” Semua orang yang berada di pusat perbelanjaan tersebut mulai memperhatikan kami berdua. Awan tak bergeming. “Jawab dulu.” “Mengapa harus melamarku? Bukannya kamu sendiri yang bilang kamu tak akan pernah percaya dengan cinta lagi? Kamu sendiri juga yang bilang kamu tidak yakin dengan lawan jenis.” “Itu sebelum ada kamu. Kamulah alasan mengapa selama ini aku selalu kecewa dalam percintaan. Karena Tuhan ingin kamu menjadi istriku. Tuhan ingin kamu jadi orang yang mencintaiku.” “Sejak kapan aku bilang aku mencintaimu?” “Sejak kamu hadir dalam hidupku untuk pertama kali. Kamu yang selalu a

Belanja Online Murah dan Aman: Ya Laku.com!

Belanja online murah? Siapa yang tidak suka? Pastinya semua orang suka berbelanja dengan harga miring. Coba perhatikan di pusat perbelanjaan. Seberapa banyak orang memilih untuk berebut barang dengan diskon paling besar? Apalagi yang namanya perempuan, tidak bisa melihat ' sale '. Bagaimana kalau tanpa ' sale ' pun kita bisa memiliki barang dengan harga yang murah? Beneran? Bener dong tentunya! Belanja dengan harga murah bukan hal yang sulit dilakukan sekarang. Apalagi belanja online karena sekarang banyak sekali toko online yang membuka lapak dengan berbagai nama. Penawaran yang diberikan pun tidak tanggung-tanggung. Tapi selain harga tentu saja banyak dari kita meragukan keamanan saat berbelanja. Selain teliti dengan harga kita juga harus memilih toko online yang bisa benar-benar dipercaya. Pastinya kita tidak siap kehilangan uang hanya gara-gara tergiur harga murah. Faktor keamanan sama pentingnya ketika kita memilih toko online. Nah,

Menikah Denganmu 23

  Menikah Denganmu 1   Menikah Denganmu 2   Menikah Denganmu 3   Menikah Denganmu 4   Menikah Denganmu 5   Menikah Denganmu 6   Menikah Denganmu 7   Menikah Denganmu 8   Menikah Denganmu 9   Menikah Denganmu 10   Menikah Denganmu 11   Menikah Denganmu 12   Menikah Denganmu 13   Menikah Denganmu 14   Menikah Denganmu 15   Menikah Denganmu 16   Menikah Denganmu 17   Menikah Denganmu 18   Menikah Denganmu 19   Menikah Denganmu 20  Menikah Denganmu 21   Menikah Denganmu 22 “Aku tak ingin pulang. Aku akan tetap di sini.” - Awan. weheartit.com Mata kami bertatapan sangat lama. Mata Awan yang selama ini menatapku dengan cara yang sama. Sama seperti pertama kali aku mengenalnya. Pertama kali menjadi tetangganya. Mengisi rumah kosong di samping rumahnya. Wajah kecil yang dulu aku lihat sekarang menjadi wajah yang sangat dewasa. Aku ragu dengan perasaannya bahkan dengan perasaanku sendiri. Mengapa semua ini terjadi pad

Maaf Saya Gagal: Satu Post Satu Hari

Seorang teman pernah mengingatkan saya apabila saya menulis, publikasikan satu tulisan saja dalam jeda 24 jam atau sehari. Sudah setahun lebih usia Honeylizious ini dan saya pikir saya hampir benar-benar melakukannya. Satu postingan dalam satu hari. Memilih Sabtu dan Minggu sebagai hari bebas. Boleh posting boleh juga tidak. Meskipun lebih banyak saya mengisinya dengan menulis lagi. Lebih banyak. Apakah saya senang dengan satu postingan sehari? Alasannya sih sangat mudah kata teman saya tadi, agar setiap postingan saya terbaca oleh teman yang sudah mengikuti blog ini. Tapi ada beberapa blog yang saya kenal membuat tulisan lebih dari satu dalam sehari. Inginnya saya sih membuat tulisan setiap hari seperti yang saya mau dan publikasinya di hari yang sama. Kontrol diri saya terhadap satu postingan perhari saya pikir sangat gagal, terutama bulan ini. Ada beberapa bulan sebenarnya yang tidak saya kontrol dan postingannya meledak. Melebihi jumlah hari yang ada. Itu tulisan dari blog

Menikah Denganmu 22

  Menikah Denganmu 1   Menikah Denganmu 2   Menikah Denganmu 3   Menikah Denganmu 4   Menikah Denganmu 5   Menikah Denganmu 6   Menikah Denganmu 7   Menikah Denganmu 8   Menikah Denganmu 9   Menikah Denganmu 10   Menikah Denganmu 11   Menikah Denganmu 12   Menikah Denganmu 13   Menikah Denganmu 14   Menikah Denganmu 15   Menikah Denganmu 16   Menikah Denganmu 17   Menikah Denganmu 18   Menikah Denganmu 19   Menikah Denganmu 20  Menikah Denganmu 21 “Cium aku.” - Clarissya. weheartit.com Aku berharap semua ini hanyalah mimpi. Mimpi. Berharap aku segera terbangun. Menemukan diriku masih kecil dan berlari menuju jendela kamar Awan. Memanjat tangga yang telah disediakannya di sana. Bermain bersamanya di dalam kamar. Berdua tanpa gangguan siapa pun. Semua kenangan manis itu harusnya bisa aku kembalikan. Aku rindu. Ingin menyentuh jemari Awan yang mungil. Dia yang dulunya lebih kecil dariku. Sekarang dia sanga