Langsung ke konten utama

Saya Hampir Muak



Maaf jika postingan ini hanya berisi semua energi yang tak lain adalah kedongkolan saya tingkat tinggi. Hanya disebabkan satu hal. Skripsi saya yang perbaikannya tak kunjung selesai. Saya lelah. Kita kembali ke beberapa tahun sebelum saya berhasil menyelesaikan seminar pertama dan mendapatkan nilai tertinggi. Saya dapat A. walaupun sebenarnya saya tidak berharap lebih dari sekadar lulus.

Beberapa tahun yang lalu, semester enam, saya sudah menyelesaikan semua mata kuliah dengan nilai berkisar antara A, B, dan C. Saya sudah puas karena berhasil menyelesaikan semua mata kuliah tersebut. Kemudian yang membuat saya hampir putus asa adalah skripsi. Hingga sekarang saya masih terjebak di antara analisis data. Saya tak paham apa keinginan dosen pembimbing saya. Saya merasa skripsi ini membuat saya sebal.

Ini adalah judul ke-13 yang saya ajukan dan akhirnya berhasil masuk ke ruang sidang untuk di seminarkan dan mendapatkan nilai A. Perjalanan yang panjang bagi saya untuk membuat nilai A ada di mata kuliah seminar. Tapi ternyata membuat skripsi tidak semudah menulis novel 12 sikuel. Saya berharap sekali, persyaratan skripsi ini dihapuskan dengan konsekuensi saya tidak mendapatkan ijazah mengajar. Hanya ijazah tanda kelulusan. Saya pikir itu sudah cukup.

Sebenarnya saya tidak begitu ngotot untuk mendapatkan ijazah. Sejak pertama kali masuk FKIP, saya hanya ingin belajar dan lulus semua mata kuliah dan saya sudah menyelesaikannya. Kecuali skripsi. Skripsi ini sendiri awalnya sesuatu yang tak pernah saya bayangkan karena saya datang untuk mengasah kemampuan menulis saya yang masih jauh dari sempurna. Dibandingkan banyak teman sekelas saya, saya sendirilah yang masuk dengan kemampuan yang minim tetapi kemauan belajar yang keras.

Setiap tugas menulis fiksi saya selalu mendapatkan pujian. Itu motivasi saya. Berbeda dengan ketika saya harus berhadapan dengan tugas untuk menulis karya ilmiah. Saya tidak menyukainya sama sekali. Seandainya bisa mengatakannya kepada ketua jurusan atau ketua program studi secara langsung, saya ingin mengajukan penggantian persyaratan, saya menulis 12 sikuel novel dalam 1 tahun dan saya mendapatkan nilai A untuk tugas akhir dan saya mengantongi ijazah. Cukup ijazah lulus. Tanpa ijazah untuk mengajar.

Tetapi sejak dulu, di kampus saya persyaratan untuk menyelesaikan kuliah memang harus skripsi. Apakah harus gara-gara saya sendiri, kemudian keputusan itu akan diubah. Sempat terpikir untuk membayar orang lain mengerjakan skripsi saya saja. Tapi entahlah, saya bingung sekarang. Saya tidak menyukainya, tapi saya juga tak bisa membiarkan semuanya begitu saja. Ijazah itu ingin saya persembahkan untuk ibu, nenek, dan kakek saya.

Bahkan nenek hanya minta saya menyelesaikan kuliah saya. Dia bilang dia tidak memaksa saya untuk memilih jalan hidup yang dia inginkan. Dia percaya saya bisa memilih sendiri yang terbaik untuk saya.

Tapi saya tidak suka mengerjakan skripsi ini. Saya ingin mengerjakan seperti yang saya mau tapi selalu disalahkan, saya capek.

Maaf, isinya hanya mengeluh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs