Langsung ke konten utama

Resolusi Jolicloud 1.2 Tak Sempurna (800x600) di Lenovo Ideapad S110


Akhirnya setelah sekian lama mencoba distro Linux yang lain untuk menggantikan Jolicloud yang resolusinya tidak bisa dioprek untuk sempurna, saya kembali menggunakan Jolicloud lagi. Meskipun lebih banyak orang yang familiar dengan Ubuntu atau Linux Mint, hanya Jolicloud yang benar-benar bisa memenuhi kebutuhan saya. Tiga minggu kemarin saya sempat bergerilya untuk mendapatkan distro yang paling sesuai karena banyak orang di grup menyarankan untuk mengganti distronya. Banyak pula yang bertanya: “Why Jolicloud?”. Padahal di dalam kepala saya hanya ada pertanyaan: “Bagaimana mengubah resolusi 800x600 Jolicloud menjadi 1024x600?”.

Apakah teman-teman yang mampir ke sini juga sedang mempertanyakan hal yang sama? Mengapa saya menggunakan Jolicloud? Baiklah sebelum saya memaparkan alasan saya memilih distro Jolicloud saya ingin mengungkapkan beberapa distro yang telah saya gunakan beserta permasalahannya. Semua distro saya ambil yang versi terbarunya di tahun 2012 bulan September.

  1. Ubuntu
    Selain resolusi yang hanya mampu di 800x600 (4:3), Ubuntu juga tidak bisa mendeteksi Fn sehingga fungsi Fn tidak bisa berjalan. Entah mengapa mata saya juga tidak kuat melihat layar Lenovo dengan distro Ubuntu 12.04.1. Lima menit kemudian mata saya akan berair. Tentu saja saya tidak memaksakan diri saya untuk lebih lama lagi menggunakan Ubuntu.
  1. BlankOn
    BlankOn juga sama dengan Ubuntu, tidak bisa mendeteksi Fn dan resolusinya tidak sempurna. Sehingga saya tidak berlama-lama menggunakan distro yang satu ini.
  2. Fuduntu
    Sebenarnya saya sangat jatuh cinta dengan distro yang satu ini. Sayangnya kesempurnaan resolusinya dan pemenuhan kebutuhan saya harus pecah kongsi dengan beratnya distro ini saat digunakan. Untuk memindahkah pointer saja delay beberapa belas detik. Saya paling tidak bisa sabaran melihat leletnya gerakan di netbook saya sehingga saya menghentikan distro yang katanya 'Punny name, Serious Distro”. Harus saya akui resolusinya memang sangat jernih dan tidak ada lagi 4:3 melainkan 16:9. sebelumnya 800x600 sekarang menjadi 1024x600. Resolusi itulah yang sedang saya cari untuk netbook saya. Tapi jauh dari itu semua saya membutuhkan distro yang mudah untuk dioperasikan dan tidak memancing kemarahan saya dengan delaynya.
  1. Linux Mint
    Linux Mint sebenarnya bukanlah pilihan saya. Ini hanya saran dari teman-teman yang lain. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba. Saya pikir tidak ada salahnya untuk mencoba sekali lagi distro yang lain. Meskipun kemudian saya harus dikecewakan untuk kesekian kalinya. Resolusinya tidak sempurna.
  1. Kubuntu
    Kubuntu awalnya dicoba dulu live CD-nya kemudian baru diinstall. Awalnya resolusinya sempurna tapi suka blank saat dinyalakan. Setelah beberapa kali install ulang ternyata resolusi yang tadinya sudah 1024x600 malah kembali menjadi 800x600. Memang tidak ada cerita ngeblank saat dinyalakan. Ya sudah, segera saya tinggalkan Kubuntu.
  1. Chrome OS
    Nah, ini mirip dengan Jolicloud, sempurna resolusinya tetapi kebutuhan saya tidak terpenuhi di sini sehingga saya tidak perlu menunggu berhari-hari membiarkan distro ini di dalam netbook saya.
  1. Meego
    Gagal diinstall di netbook. Tidak tahu mengapa.
  1. Damnslimlinux
    Gagal diinstall.
  1. Core
    Gagal diinstall.
  2. Tinycore
    Gagal diinstall.
  3. Knoppix
    Terlalu berat sehingga tidak bisa diinstall di netbook melainkan di PC.
  1. Puppy Linux
    Gagal install dan telah dicek live CD-nya, resolusi tidak sempurna.


Sebenarnya kebutuhan saya tidak banyak. Saya hanya suka menulis, menonton, dan berselancar di internet. Memerlukan tiga program yang mendukung itu semua. Pertama saya memilih Chrome atau Chromium, kedua VLC, dan ketiga openoffice atau libreoffice tak menjadi masalah. Ketika saya melihat Jolicloud, saya langsung bisa menggunakannya di satu jam pertama. Kemudahan yang diberikan dari tampilan dan cara installasi program yang sederhana, membuat saya jatuh cinta dan tak bisa melupakannya ketika tak bertemu program yang lebih baik dari ini. Harus saya akui, resolusi memang penting, tetapi masalah Jolicloud hanya terjebak pada 800x600. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan saya, dia jauh lebih bisa melakukannya.

Apabila ada di antara pembaca yang mampir ke sini tahu cara membuat resolusi Jolicloud menjadi sempurna mohon hubungi e-mail saya honeyliziousblog[at]gmail.com. Banyak cara sudah saya lakukan untuk menyempurnakannya. Banyak teman-teman yang katanya sudah 'master' tetapi masih gagal membantu saya. Siapa tahu orang yang mengenal Jolicloud itu ada di antara pembaca yang sering mampir ke sini. Walaupun banyak yang bilang mendingan menggunakan distro yang banyak digunakan orang agar mudah mencari jawaban ketika ada pertanyaan, saya pikir itu bukan solusi yang terbaik. Berpindah-pindah distro juga bukanlah pemecah masalah karena ternyata semua itu banyak membuang waktu saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs