Langsung ke konten utama

Ngeblog? Buat Apa?


Animal_large
Berapa kali pertanyaan itu muncul di dalam kehidupan kita. Entah daro keluarga atau temandekat, bahkan orang yang sekadar berteman di akun facebook atau follow akun twitter kita. Tak jarang saya bahkan dicibir, katanya ngeblog cuman buang-buang waktu dan tak menghasilkan apa-apa.

Kalau selama yang oang lain lakukan itu tidak mengganggu kita sih ada baiknya kita biarkan saja. Apalagi dia menulis sesuatu yang tidak melanggar hukum. Masalah kita merasa itu bermanfaat atau tidak, itu harusnya bukan menjadi masalah besar buat kita. Apalagi sampai mengatakan yang membuat dia tersinggung. Hormatilah apa yang dia lakukan.

 95420085824393779_j59b60kb_c_large
Bagi saya sendiri. Menulis di blog adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Sama seperti bernapas. Saya butuh menulis. Memasukkannya di blog membuatnya terekam lebih baik. Dibandingkan dengan gaya menulis saya dulu yang saya simpan di buku setebal 500 lembar. Buku bisa rusak atau hilang. Tentunya menulis di blog menghemat banyak kertas yang ada di dunia ini.

Jauh dibanding itu semua, sekarang saya merasa bahwa ngeblog itu sendiri adalah proses untuk menunjukkan pada orang lain apa yang tidak pernah mereka lain. Mengabarkan pada mereka apa yang mereka tidak pernah tahu sebelumnya. Memperdengarkan apa yang selama ini tak pernah terlintas di telinganya. Membuat orang lain merasakan apa yang kita rasakan. Bahkan membuat orang lain memikirkan sesuatu yang sebelumnya hanya kita pikirkan.

 40321359133349143_dv6wxoxi_c_large
Sepanjang itu penjelasannya sebenarnya saya pengen bilang bahwa gneblog itu berbagi. Berbagi apa saja. Selama itu bisa dibagikan pada banyak orang. Sedekah sepanjang tulisan tersebut masih dibaca orang lain. Bermanfaat dan tercatat sebagai pahala. Kurang apa coba?

Setiap langkah yang kita lakukan di dalam bidang apa pun pasti adala halangannya. Begitu juga ketika ngeblog. Entah itu jaringan internet, kehabisan ide, atau semacamnya. Paling menyakitkan adalah orang yang menyerang kita. Baik melalui akun jejaring sosial atau pun langsung di kolom komentar. Dibandingkan menghabiskan energi untuk membalas semua hal tersebut lebih baik menjauhinya. Energi negatif hanya akan menguras tenaga kita.

Jadi, ngeblog itu sebenarnya buat apa bagimu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs