Langsung ke konten utama

Masa-Masa Kecil: Ling-Ling



 Rainbow_swirl_ice_cream-4781_large

Akhir-akhir ini saya sering kali berbicara tentang keluarga saya di kampung. Terutama tentang masa kecil saya bersama kakek dan nenek yang sangat mencintai saya. Tentang bagaimana saya melalui hari-hari saya yang membentuk saya menjadi diri yang sekarang.

Kita tahu masa lalu memang tinggal kenangan. Tapi masa lalu adalah pondasi yang menjadikan diri kita seperti ini. Kita pikir tidak ada yang lebih berharga dari masa depan tetapi untuk membentuk masa depan, dihari inilah kita harus berjuang. Sekian tahun akan datang, hari yang kita lalui sekarang akan menjadi kenangan dan masa lalu.

 Tumblr_mafepcvabe1rxl35wo1_500_large
Ingin menjadi siapakah dirimu 5 atau 10 tahun akan datang? Hari inilah saat yang tepat untuk memahatnya. Membentuknya keping demi keping.

Teringat belasan, bahkan puluhan tahun yang lalu. Saat saya masih berusia 4 atau 5 tahun. Saat itu saya masih bertubuh tambun. Rambut halus yang jarang. Wajah yang bulat dan belum punya teman bermain yang benar-benar saya temukan setiap hari. Hingga suatu pagi saya menemukan seorang gadis kecil yang sangat cantik. Namanya Ling-Ling. Seorang anak kecil yang akhirnya menjadi teman bermain saya semasa belum sekolah hingga sekolah dasar.

 Tumblr_maeada3ni51r7m7dko1_500_large
Awal pertemuan kami pagi itu masih sangat jelas di kepala saya. Bagaimana Ling-Ling kecil menertawakan saya. Saat itu saya pulang dari warung dan memegang sebungkus cemilan dengan tangan kiri saya. Sibuk memperhatikan gadis kecil yang ternyata cucu nenek yang tinggal di sebelah rumah kami. Dia sangat cantik. Saya yang belum punya teman dekat perempuan saat kecil memperhatikannya lekat-lekat. Hingga tak sadar tangan saya menjatuhkan camilan yang saya pegang dengan tangan kiri. Isinya tumpah ke teras dan Ling-Ling tertawa terbahak.

Sejak hari itu kami pun kemudian menjadi teman. Sayangnya persahabatan itu berakhir di bangku sekolah dasar. Saya lupa kelas berapa tepatnya, Ling-Ling pindah ke Jakarta bersama keluarganya. Kabarnya sekarang Ling-Ling sudah menikah dan memiliki anak yang lucu-lucu.

Oh, Ling-Ling.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs