Langsung ke konten utama

Gelas Kehidupan 2



Terkadang di dalam kehidupan ini kita tidak bisa memastikan perilaku yang kita berikan pada dua orang akan menghasilkan reaksi yang sama. - Rohani Syawaliah, 26 tahun, sedang ingin menjadi bijaksana.

Seringkali di dunia ini saya mendapatkan pelecehan yang bisa jadi orang lain pikir itu bukanlah sesuatu hal yang bisa dikatakan melecehkan. Coba kita lihat cermin dan hitung berapa kali kita merasa leih superior dari orang lain. Tentu saja itu adalah suatu masa di mana kita merasa semua pengetahuan kita sudah cukup dan kita mulai enggan untuk belajar. Merasa semuanya cukup dan kita sudah pintar. Lantas tak ada yang lebih pintar dari kita. Kemudian merasa layak untuk merendahkan orang lain.

Sesaat kita tidak melihatnya sebagai pelecehan. Kita merasa kalimat yang kita ungkapkan biasa saja karena kita adalah pegawai di sini atau orang yang sudah belajar ini. Paling tahu tentang ini.

Ketika saya bertemu dengan orang seperti ini saya akan mengeluarkan kalimat yang maksudnya sama. Memuji hanya untuk menguji. Mengatakan diksi 'pinter' dan memintanya melakukan sesuatu. Kemudian orang yang sebenarnya 'sok pinter' begini akan mengatakan beragam alasan untuk menolak. Bukan karena dia tidak tahu, tapi lebih pada belum tahu disebabkan dia tak mau belajar karena dia 'sudah pintar'.

Manusia itu seperti gelas. Terbuat dari berbagai macam bahan dan tentu saja ada yang kaca. Ketika orang membanting gelas plastik dan tidak pecah bukan berarti gelas kaca juga akan memberikan reaksi yang sama. Dibanting terus tetap pada bentuk semula. Setiap gelas berbeda. Sama dengan manusia. Perilaku yang diberikan pada setiap orang akan memberikan hasil yang berbeda.

Seperti yang saya pernah katakan di twitter, bagaimana saya merasa 'sampeyan' itu sangat kurang ajar apabila diucapkan untuk memanggil saya. Banyak yang protes kemudian mengatakan kalau dalam bahasa Jawa 'sampeyan' itu sapaan yang halus untuk 'kamu'. Saya tidak pernah belajar tingkatan dalam bahasa Jawa dan hanya tahu 'sampeyan' itu halus. Tetapi tentu saja saya tidak merasa dilecehkan dengan disebut 'sampeyan'. Saya paling akan dongkol saja. Walaupun sekarang saya sudah diberi tahu kalau 'sampeyan' itu sopan, balik lagi ke 'rasa' yang saya dapatkan ketika disapa dengan 'sampeyan'. Hingga detik ini tetap merasa itu 'kurang ajar'. Ah, kan sudah ada bahasa Indonesia, mengapa harus menggunakan sapaan bahasa daerah yang bukan bahasa saya?

Saya dilecehkan hanya karena saya terlihat tidak tahu apa-apa sepertinya. Disudutkan dengan kalimat yang sangat menunjukkan kalo dia 'paling tahu'. Dialah segala sumber ilmu. Dewa dari segala dewa. Saya pikir dua tahun untuk berinteraksi dengan orang yang tak pernah menyukai kita dan tak kita sukai sudah cukup. Saya harus menghentikan sebelum dia membunuh saya secara mental. Pembunuhan mental yang dia tunjukkan sangat menyebalkan.

Mengeluarkan makian sebenarnya sangat mudah. Tetapi bukan pada orang yang lebih tua. Orang tersebut tentunya jauhhhhhhhh lebih tua dibanding saya. Sejelek apa pun makian yang bisa saya keluarkan, sejak kecil saya selalu dididik untuk menghormati orang tua. Jadi, lebih baik saya menunjukkan saja saya tidak suka dengan kalimatnya dan menjauh.

Pembuktian memang butuh waktu. Saya akan buktikan kehidupan saya yang akan datang akan jauh lebih baik darinya dan saya yang dia anggap bodoh ini akan menjadi orang yang lebih pintar darinya. Waktu, proses, dan tenaga akan saya korbankan untuk itu.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs