Langsung ke konten utama

Cerita Panjang 5



Acara makan prasmanan dimulai pukul 2. Tetapi pengantin baru bisa hadir di pelaminan pukul 3 lewat. Saya pikir, perias pengantinnya kurang profesional dalam bekerja. Pengantin lama menunggu antrian untuk dirias setelah barisan pagar ayu. Saya? Saya tidak jadi pagar ayu meskipun ikut dirias oleh perias pengantin. Bukan menggunakan peralatan milik mereka karena saya takut sulit membersihkan bedak yang menempel di wajah apabila menggunakan dempul dan bedak yang disediakan perias.

Beberapa tahun yang lalu, saat masih duduk di bangku kuliah, teman saya ini, sang pengantin perempuan sempat menjalin asmara dengan lelaki yang berasal dari desa yang sama dengannya. Semparuk. Lelaki itu saya tak mengenalnya terlalu dekat. Hanya tahu wajah dan namanya.

Hubungan mereka yang sebenarnya lebih lama dibanding jalinan cinta dua pengantin yang sekarang telah menjadi suami istri, harus kandas ditengah jalan. Penyebabnya? Tidak begitu saya ketahui karena tahun 2009 saya tidak lagi serumah dengan sahabat saya. Hingga sekarang kami berada di kabupaten yang berbeda. Hanya berinteraksi melalui pesan singkat. Saya dan dia memang bukan orang yang suka berkirim pesan singkat untuk basa basi. Kami lebih suka mengirimkannya apabila memang ada hal penting yang harus kami kabarkan.

Melihat sosok lelaki yang seingat saya menjalin asmara dengan teman saya sekitar 3-4 tahun datang sedikit mengejutkan. Saya memang mengharapkan kedatangannya. Ingin melihat bagaimana sosoknya sekarang dan ekspresi seorang mantan yang bersalaman dengan pengantin yang harusnya ia miliki. Tetapi harus melihatnya bersanding dengan orang lain.

Selama saya sendiri memiliki dua mantan kekasih yang sudah menikah dan saya memang tidak menghadiri keduanya. Saya pikir saya tidak punya alasan untuk datang dan tak ingin melihat orang yang pernah saya cintai memegang tangan perempuan lain. Saya memang harus ‘move on’ tetapi tidak dengan membawa kenangan melihat dia bersanding dengan orang lain. Apalagi pernikahan mantan saya yang terbaru terjadi pada hari ulang tahun saya yang ke-25.

Kembali lagi ke pernikahan teman saya, sosok sang mantan yang sudah menyelesaikan makannya terlihat kelabu. Wajahnya hampir tak menunjukkan senyuman. Lama dia menekan layar ponselnya baru bangkit menuju pelaminan untuk menyalami sang pengantin.

Saya tak melihat ekspresi wajah dua lelaki yang mencintai wanita yang sama ketika bertemu atau wajah teman saya saat mendapat ucapan selamat dari mantannya. Tapi saya rasa saya tidak akan sanggup melihat orang yang pernah menjadi kekasih saya bersanding di pelaminan dan saya harus mengucapkan selamat untuk mereka.

Kamu? Bagaimana? Pernah berada di situasi seperti itu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs