Langsung ke konten utama

Wisata Kuliner: Bebek Merindu





Namanya dari awal memang sudah menarik. Temanya ‘rindu’. Bisa jadi supaya orang yang pernah makan di sana datang lagi karena ‘merindu’. Entahlah apa filosofi dari namanya. Baiklah kita mulai dari pemesanan hingga selesai makan.

1. Tempat

Bagi saya kekuatan pandangan pertama pelanggan tentu saja dari tempat. Namanya juga belum pernah berkunjung. Melihat dari tempat sebenarnya pertaruhan pelanggan akan memutuskan untuk singgah atau tidak sedang dimulai.

Saat melihat tempat ‘Bebek Bakar Merindu’ saya pikir tempatnya tidak buruk meskipun tidak dapat pula dikatakan bagus. Satu hal yang pasti, pelayan sangat rajin membereskan dan membersihkan meja sehingga tidak ada meja kotor setelah ditinggal lebih dari 5 menit pelanggan.

Tempat bersih merupakan nilai jual yang sangat tinggi untuk sebuah rumah makan. Saya pikir saya boleh menyebut tempat makan ini sebagai rumah makan. Meskipun bukan warung nasi pada umumnya yang kita lihat dengan keterangan nasi padang. 

Jejeran meja yang membuat saya merasa kehilangan privasi saat itu. Karena interiornya membuat saya merasa seakan berada di kantin sekolah jaman SD dulu. Beberapa meja memanjang menempel dengan meja yang disusun dengan posisi sama.

Tak terbayangkan jika saat saya makan ada orang di dekat saya yang sebenarnya menghadapi meja yang berbeda sedang makan juga. Dikarenakan meja yang berhimpitan membuat kami seakan satu rombongan. Malam itu sih tidak ada.

Saya berikan 7 bintang dari 10 bintang. Setidaknya tempatnya terjaga kebersihannya terjaga bukan?

2. Pelayanan

Nah, pelayanannya sedikit buruk menurut saya. Bukan masalah keramahan atau tidak. Pelayan yang melayani kami ternyata tidak memahami dengan cepat apa yang kami maksudkan. Padahal malam itu tidak begitu ramai. Saya hanya memesan paket bebek bakar, sedangkan Bang Acan pesan sate telur dan hati tanpa nasi.

Entah bagaimana pikiran pelayan tersebut malam itu, dia sama sekali tidak mengerti apa yang kami pesan. Akhirnya mengulangnya tiga sampai empat kali dia kemudian mengangguk-angguk.

Pakaian pelayannya memang seragam, kaos ungu dengan tulisan rumah makannya, tetapi entah mengapa saya merasa pakaiannya terlampau kusut. Apa karena bahan atau memang sudah dikenakan beberapa hari? Yakh!

Belum lagi paket saya yang kelengkapannya ada yang belakangan diberikan. Paket saya termasuk tempe dan tahu goreng, tetapi ketika nasi sudah setengah menghilang dari piring barulah kelengkapannya itu datang. Lupa? Tidak tahu!

Pelayanannya saya pikir 6 bintang sudah cukup beruntung dari 10 bintang.

3. Rasa

Di mana-mana memang rasa enak yang menjadi alasan pertama orang kembali ke rumah makan tertentu. Tetapi apabila rumah makan tersebut belum pernah dikunjungi, rasa adalah hal terakhir yang diketahui seorang pelanggan baru.

Saya termasuk penggemar bebek. Bahkan saya pernah makan bebek goreng saos telor asin delivery dari Surabaya dan juga Bebek Goreng H. Slamet sambal korek. Dari ketiga bebek ini memang tidak ada yang sama. Bebek goreng saos telor asin lebih khas pada saos telor asinnya. Bebek goreng H. Slamet pada bebek krispinya. Kemudian bebek bakar merindu ini pada bumbu yang digunakan saat memanggang daging bebek.


Tetapi semestinya setiap masakan punya sebuah senjata pamungkas untuk membuat seseorang itu kembali lagi. Saya belum menemukannya di Bebek Bakar Merindu. Enak sih, tetapi bukan sesuatu yang istimewa menurut saya. Tapi saya tidak kecewa dengan makan malam saya di sini. Anda yang suka dengan bebek boleh mencoba, siapa tahu jatuh cinta dengan bebek merindu ini.

Meskipun demikian saya mau memberikan 8 dari 10 bintang yang saya punya untuk rasa. Saya hanya tidak suka dengan rasanya yang lebih ke arah manis. Saya berharap bebeknya lebih gurih. Tempe dan tahunya apalagi. Sangat manis menurut saya.

Sekali lagi, makan apa pun hanya masalah selera. Penilaian tidak ada yang mutlak. Ketika suka, mau bagaimana pun rasanya pasti orang akan bilang enak. Saya hanya salut dengan admin twitternya yang lebih aktif ngetwit, baik menjawab atau sekadar meretweet twit dari pelanggannya. Berbeda dengan beberapa akun makanan yang lainnya yang ada di Pontianak.

Banyak orang sebenarnya membeli sesuatu karena cara pemasarannya.

Ketika anda menjadi ujung tombak pemasaran, yang harus anda ingat adalah kebanyakan orang membeli bukan karena apa yang anda jual, bukan pula di mana anda menjualnya, tetapi karena penjual barang tersebut adalah ANDA.

Anda yang sedang membaca ini sekarang mungkin juga sedang memasarkan sesuatu. Saat anda tidak bisa melakukan gebrakan untuk mendongkrak dagangan anda, padahal sudah berusaha keras membuat sesuatu itu semakin sempurna, mencari tempat yang paling sesuai untuk memasarkannya. Baik online maupun offline. Anda harusnya melihat ke dalam diri anda, bagaimana cara anda memasarkannya? Diri anda sendirilah yang akan membuat semuanya menjadi nyata. Bukan karena bendanya apalagi tempatnya.

Banyak orang di dunia ini yang memiliki dagangan yang sama. Bahkan berdagang di lokasi yang berdekatan, tapi pernahkah terpikir oleh kita mengapa ada sebagian orang yang lebih memilih dagangan si A dan ada pula yang lebih memilih dagangan si B? Coba lihat perbedaan keduanya, cari tahu kelebihan masing-masing. Kelebihan manakah yang paling mudah membuat pelanggan datang lagi dan akhirnya menjadi langganan tetap?

Pelanggan lebih banyak membeli karena siapa yang menjualnya. Siapa pemasarnya. Jadilah pemasar yang baik dan biarkan pembeli yang mengejar anda.

Semoga sukses buat anda yang lebih memilih jalur perdagangan untuk menghidupi keluarga anda.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs