Langsung ke konten utama

Patah Hati dengan Ubuntu, Pilih Windows?



Tanggal 14 Agustus kemarin saya membeli sebuah netbook yang lebih baik dari netbook saya sebelumnya. Ini adalah tulisan pertama yang saya ketik dengan netbook ini. Tiga hari saya dibuat pusing dengan kenyataan bahwa netbook saya terlampau baru untuk bisa dikawinkan dengan Ubuntu 12.04. Ada beberapa driver yang tidak sesuai dengan hardware yang disediakan oleh netbook saya ini, sehingga ada ‘keyboard function’ yang tidak bisa digunakan. Fungsi tersebut mungkin terasa sederhana tetapi sangat penting penggunaannya bagi saya. Fungsi meredupkan dan menerangkan cahaya layar netbook ini.

Mengapa?

Tentu saja karena saya suka menulis dan apabila terlalu lama menulis dengan layar yang terlampau terang, mata saya jadi perih karena silau.

Panjang sekali punya cerita ya anak muda, ngomong-ngomong sebenarnya saya menggunakan netbook apa sih?


Eng ing eng, saya menggunakan Lenovo Ideapad S10-2. Nah kalau penguna notebooknya sih tidak mengalami masalah seperti yang saya alami dengan netbook ini apabila dikawinkan dengan Ubuntu. Selain mengalami masalah pada penerangan yang tidak bisa diatur, netbook saya juga tidak bisa mendeteksi headset yang saya pasang. Padahal tanpa headset, suara dari netbook ini terdengar.

Setelah tiga hari menggalau dan garuk-garuk dinding, belum sampai tahap ‘hentak my head’. Ubuntu yang bolak-balik diinstall dan dihapus, kemudian mencari OS yang masih sejenis dengan Ubuntu. Mulai dari Fedora, Kubuntu, Linux Mint, Lupu, Archlinux, sampai Jolicloud.




Hampir menangis dan akhirnya tersenyum kembali saat berhasil menginstall Jolicloud. Bahkan saya rasa ini jauh lebih mudah daripada Ubuntu, meskipun tidak banyak yang menulis tutorialnya. Saya bahkan punya program untuk menulis yang sangat serupa dengan Microsoft Word yaitu Abiword. Keyboardnya bisa digunakan dengan ‘control’ yang sama dan menghasilkan seperti yang ada pada Microsoft Word. 


Sedikit aneh ya, saya mati-matian tidak menginginkan Windows, tetapi masih ingin menggunakan program word yang serupa dengan miliknya Windows. Ini tak lain tak bukan karena untuk karya tulis yang dilombakan selalu menggunakan standar Times New Roman. Nah di Ubuntu yang saya install sebelumnya tidak menemukan Times New Roman, berbeda dengan Abiword yang langsung menggunakan font ini di pengaturan standarnya.


Belum lagi tampilan OS-nya yang sangat sempurna di mata saya. Soalnya mirip dengan tampilan pada ponsel saya. Bahkan mirip dengan menu pada tablet. Sekilas saya merasa memiliki tablet bukannya netbook. Tetapi tentu saja dengan tambahan keyboard luar. Hahahaha...


Netbook saya yang baru ini saya beli dengan uang kemenangan lomba LakuBGT.com yang mendapatkan hadiah 2juta. Lumayan, tinggal nambah beberapa ratus ribu sudah mendapatkan netbook Lenovo ideapad S10-2 berwarna putih. Keyboardnya benar-benar nyaman. Sangat cocok digunakan tukang ketik seperti saya yang tidak mahir mengetik dengan sepuluh jari. Keyboardnya membuat pengetikan lebih jarang salah. Tidak perlu menekan terlalu keras seperti keyboard sebelumnya. Dapat bonus pelindung keyboard pulak yang memang asli dari Lenovo. Pelindungnya itu berbentuk seperti keyboardnya sehingga tidak dikhawatirkan untuk geser dan melenceng.

Nanti deh saya cerita-cerita soal pengalaman saya bersama Lenovo Ideapad S10-2 yang saya install Jolicloud.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs