Langsung ke konten utama

Makan di Pondok Ale-Ale


Jalan-jalan makan memang sekarang menjadi rutinitas sehari-hari. Setiap malam habis salat taraweh, sekitar pukul 9 saya akan berkeliling Kota Pontianak untuk mencicipi ragam kuliner baru. Mulai dari yang murah sampai yang harus merogoh kocek sedikit dalam. Mulai dari warung pinggir jalan hingga restoran.
Teman saya pesan nasi goreng, tapi saya lupa tanya harganya berapa.

Nah, kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah tempat yang sudah punya nama di Pontianak. Pondok Ale-Ale. Ale-ale sendiri adalah hewan sejenis kerang yang banyak terdapat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Bahkan sudah menjadi makanan khas di sana.

Di Pondok Ale-Ale ini memang menyediakan masakan yang terbuat dari hewan kecil ini. Istimewa tentunya karena di Pontianak sendiri ale-ale tidak ada. Tetapi saya mendatangi tempat ini bukan karena ingin makan nasi dengan sambal goreng ale-ale. Datang ke sini karena sudah bingung mau ke mana.


Eh, ternyata Pondok Ale-Ale yang luas itu terletak di Jalan Putri Candramidi yang biasa disebut budak (anak) Pontianak Jalan Podomoro. Sebenarnya di Jalan Putri Dare Nante yang sebelahan dengan Jalan Podomoro juga ada Pondok Ale-Ale, di mall juga ada beberapa Pondok Ale-Ale, saya tidak tahu secara pasti sistemnya seperti apa. Apakah ini benar-benar cabang yang dimiliki oleh satu orang atau franchise.

Tempatnya nyaman menurut saya yang di Jalan Podomoro ini. Romantis dan indah. Ini penampakannya.


Saya pesan nasi dengan capcay. Capcaynya harganya 15.000IDR. Nasi putih mungkin 4.000IDR. 


Minumnya Sunkist Soda 8.500IDR. Harga yang tidak begitu mahal untuk sebuah tempat yang sebagus ini bukan?

Kalau masalah rasa menurut saya masih kalah dengan warung capcay langganan saya di depan Pasar Flamboyan. Tetapi meskipun warung harganya malah lebih mahal dibanding Pondok Ale-Ale. Tapi rasa emang tak bisa bohong.

 
Kecuali minumannya. Minuman Sunkist Soda ini memang tak banyak yang menjual. Sehingga apabila saya ke sini saya pasti pesannya minuman yang ini. Enak sih, meskipun saya tahu soda bukanlah minuman yang sehat. Jarang sih minum minuman bersoda.

Secara keseluruhan saya puas dengan pelayanannya. Semua pegawainya ramah, sopan, dan rapi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs