Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

100 Kencan Buta [Bagian 2] Lelaki Pertama: Dani

Simak soundtracknya sambil baca. Aku bukan pengharum ruangan yang kamu cari saat ruangan bau atau sumpek. - Maura, 25 tahun, untuk pertama kalinya kencan dengan seseorang yang belum dikenali. Taga meletakkan segelas kopi di depanku dan segelas air jeruk di depan lelaki yang berrambut gondrong itu. Dari resume yang aku baca, Taga berbaik hati menuliskan resume tentang lelaki yang aku kencani setiap harinya, lelaki ini seorang pegawai bank swasta. Usianya 28 tahun. Tinggi dan berkulit putih. Bukan tipe lelaki yang susah mendapatkan kekasih. “Maura suka makan apa?” “Apa aja.” Aku tahu dari balik meja kasir Taga memperhatikan kami. Senyum anehnya itu selalu saja tersampir di wajahnya. Ingin kulempar dengan gelas kopiku saat ini juga. Sayangnya tak bisa. “Suka ke mana?” “Sini.” Aku berusaha tersenyum, membalas senyum Dani yang sejak tadi tak lepas sedetik pun. Bisa jadi itu memang bawaan lahir. Senyum yang sudah dicetak Tuhan sejak dia dalam kandungan dan memiliki bibir.

100 Kencan Buta [Bagian 1] Taga

Simak soundtracknya sambil baca. Kamu pikir aku tuh halte busway? Selama kamu tidak keluar jalur kamu bisa menggunakan bus mana pun? - Maura, 25 tahun, penulis yang jomblo. Setiap kali melihat orang-orang yang tertawa bersama pasangannya, entah gebetan, pacar, tunangan, bahkan suami di pusat perbelanjaan, ada satu bagian di dalam diriku yang merasa sangat kosong. Apakah cinta memang harus menunggu? Melewati detik ke menit, ke jam, hingga hari baru pun datang lagi. Kemudian melihat satu persatu orang yang aku kenal pun dimiliki oleh orang yang mencintai mereka. Apakah cinta itu menurutmu? Lihat ke sini, ke mataku, mata yang sedikit memerah karena kurang tidur. Aku terlalu banyak membaca buku di tengah malam dan terlambat tidur. Bangun tetap harus pagi seperti biasa. Ada jadwal kerja yang harus aku penuhi. Meskipun sebenarnya tidak pernah ada pemaksaan untuk aku masuk kantor. Hanya deadline yang harus aku penuhi. Ah, lagi pula semuanya bisa dikirim melalui surat elektronik. Ha

Peralatan Super Oriflame

  Cantik itu pilihan, pilihan ada di tangan anda sendiri.   Rohani Syawaliah, 25 tahun, cantik setelah diputusin berkali-kali, niat cantik biar bisa manasin mantan yang sudah punya pacar dan pacar tidak lebih cantik dari yang punya blog ini. *awww