Langsung ke konten utama

Setiap Orang Istimewa


Tidak percaya diri adalah teman baik saya selama ini. Merasa rendah diri hampir setiap hari ada pada diri saya. Itu saya, dulu. Bukan sekarang, hari ini, esok, dan seterusnya. Bagi saya setiap orang adalah pribadi yang istimewa dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Banyak kekurangan saya yang kemudian membuat saya terlihat lebih istimewa di mata banyak orang.


Eh masa' iya? Sebenarnya parameter yang digunakan oleh orang lain dan diri saya untuk mengatakan hal tersebut sebuah kekurangan atau kelebihan belum tentu sama. Seperti suara saya yang terdengar penuh di bagian hidung. Tepatnya saya berbicara seakan-akan sedang flu. Dulu saya sangat tidak percaya diri untuk berbicara dengan orang lain dikarenakan suara demikian. Sekarang? Semua pendengar Radio Volare akan langsung mengenali saya dengan warna suara yang dianggap suara seseorang yan habis nangis atau pilek.

Sejak dulu saya seperti tanaman putri malu yang begitu 'disentuh' akan segera 'menguncup'. Sehingga saya lebih memilih jalur tulisan untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan kepada orang lain dibanding harus berbicara langsung. Saya tidak percaya diri saya bisa mengatakan apa yang ada di dalam kepala saya dengan baik pada orang lain. Ternyata itu membuat saya lancar menuliskan gagasan yang ada di dalam kepala saya. Ke'putrimalu'an saya memberikan saya kemampuan tersendiri dengan kata dan bahasa tulis. Saya menyukai gagasan yang dituliskan sejak kecil. Saya bisa memperbaikinya sebelum menyampaikannya pada orang lain. Kemudian banyak orang yang beranggapan saya memiliki bakat dalam menulis. Padahal sebenarnya itu adalah buah dari latihan terus-menerus tanpa henti.


Belum lagi lahir di sebuah keluarga yang kurang harmonis membuat saya harus menjadi satu-satunya orang yang bisa membesarkan adik saya yang bungsu. Itu bisa jadi kekurangan jika memang saya menganggapnya kekurangan. Tapi siapa, kakak mana, yang bisa melihat wajah nyenyak adiknya setiap malam dan pagi. Wajah yang paling membuatnya bahagia dan menguatkan kakinya untuk melangkah di bumi ini.

Adiknya sendiri, bisa jadi dipandang orang akan tumbuh besar menjadi anak yang kekurangan kasih sayang atau sebaliknya akan menjadi anak paling mandiri di dunia ini. Fahd, 6 tahun, masih duduk di bangku PAUD, sebentar lagi masuk sekolah dasar. Tapi dia sudah bisa menyiapkan makannya sendiri. Bahkan merapikan bekas makan dan mencuci piringnya. Menyiapkan air mandinya dan baju sekolahnya sendiri. Adik mana yang bisa lebih baik dari dia. Seseorang yang saya miliki sebagai bagian dari kehidupan saya.

Belum lagi status saya sekarang yang 'available'. Gampangnya tidak punya pacar sama sekali. Lelaki yang pedekate tidak masuk hitungan dong ya? Saya melepaskan status saya yang sebelumnya karena saya tahu, saya memang belum siap untuk menikah ternyata. Itu sebabnya Tuhan belum mempertemukan saya dengan jodoh saya.

Saya akui patah hati dengan seseorang di bulan Desember lalu cukup menampar kehidupan saya. Dia terlalu saya inginkan. Lelaki seperti itu yang selama ini ada di dalam kepala saya. Saya mengabaikan beberapa hal yang bisa menjadi masalah besar dalam hubungan kami. Akhirnya, kandas. Lalu saya berpacu dengan waktu untuk mendapatkan seseorang yang baru. Saya memaksa diri saya untuk menjalin hubungan yang baru di kala saya baru saja terluka. Saya terlalu egois waktu itu untuk memiliki seseorang yang bisa menyembuhkan luka hati saya.

Bukan itu yang saya inginkan. Kekurangan cinta terhadap lawan jenis di dalam saya, bukan berarti kehidupan ini harus segera saya akhiri bukan? Masih banyak hal yang belum saya genggam. Bisa jadi dengan keberadaan seorang kekasih atau suami di samping saya, banyak hal yang saya inginkan harus saya korbankan. Jadi, tidak memiliki kekasih apalagi suami, bagi saya sekarang adalah kelebihan terbesar. Tidak ada yang menghalangi langkah saya untuk melakukan apa pun.

Masih banyak kekurangan saya yang lainnya. Tapi semua itu sekarang, ketika disatukan menjadi kepingan utuh, adalah sebuah kepingan yang sangat istimewa, tersusun dari pecahan-pecahan kekurangan yang membentuk diri saya sekarang. Saya terlalu istimewa untuk sembarangan memilih langkah di dalam kehidupan. Begitu juga dengan kamu yang sedang membaca ini. Tidak kalah istimewanya dengan saya, tinggal kamu yang memilih untuk menganggap dirimu istimewa atau tidak. Hidup adalah pilihan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs