Langsung ke konten utama

Biasa Tanggal 20


2012-checklist-happy-new-year-photography-favim.com-337700_large
Menjadi seseorang yang tinggal jauh dari orang tua membuat saya harus melakukan semuanya sendiri. Termasuk membayar tagihan rekening air dan listrik di rumah kontrakan. Apalagi dengan menyewakan dua kamar depan pada orang lain yang pastinya ingin menerima segalanya secara beres. Semuanya menyerahkan tanggung jawabnya pada saya. Saya bisa menjalaninya beberapa tahun ini tapi bukan berarti segalanya berjalan mulus.

Kadang saya suka kelupaan membayar listrik dan air bulanan tersebut. Akibatnya jika sudah terlambat saya harus mendatangi PDAM dan PLN paling lambat tanggal 20. Soalnya jika sudah terlambat loket yang ada di Jalan Parit Haji Husin 2 tidak akan bisa melayani kecuali untuk pembayaran tagihan listrik. Nanggung sih ya saya harus datang ke sana hanya untuk membayar tagihan listrik. Jadinya saya langsung datang ke PDAM dan PLN pada hari yang bisa saya alokasikan untuk membayar semua tagihan tersebut.

Salahnya lagi saya suka lupa dengan nomor pelanggan listrik dan air tersebut. Nah, kalau sudah begitu saya mau tidak mau harus membawa slip tagihan bulan lalu. Padahal mudahnya saya tinggal mencatat dua nomor pelanggan tersebut di ponsel. Sepertinya hari ini saya akan melakukannya. Soalnya menyebalkan juga ya kalau saya harus membatalkan rencana membayar hanya dikarenakan saya lupa dengan nomor pelanggan yang saya gunakan.

Saya biasanya berharap tanggal 20, hari terakhir pembayaran saya tidak akan menemukan ratusan orang yang ikut mengantri di sini untuk membayar tagihan mereka juga. Saya tidak punya banyak waktu untuk mengantri. Kalau saya beruntung saya bisa saja menemukan orang yang mau berbaik hati menumpangi saya nomor antriannya. Membawa slip tagihan bulan yang saya bawa. Sehingga saya tidak perlu menunggu sesuai nomor antrinya. Tentu saja ini juga ada risikonya. Kami harus bertransaksi di luar untuk menyesuaikan pembayaran yang tertera di slip. Apabila tidak ada uang kembalian ya harus ada yang mengalah untuk merelakan beberapa ribu rupiah pada orang lain. Biasanya saya yang mengalah. Sudah menumpang nomor antrian harusnya saya tahu diri dong ya? Namanya juga saya secara tidak langsung telah membeli waktunya untuk saya gunakan.
389623_10151463066290355_121471175354_23524610_1514879118_n_large
Bulan Maret ini saya harus membayar tagihan dua bulan karena memang bulan lalu saya terlambat membayarnya. Jadi pembayaran tidak bisa dilakukan di loket bukan PDAM. Khusus untuk tagihan air saja sih, listrik masih bisa. So, sekarang saya di sini bersama ratusan orang lainnya yang bisa jadi juga terlambat membayar beberapa bulan seperti saya.

Saat saya tiba di sini saya mendapatkan nomor antrian 301, sementara di layar nomor antrian yang tertera baru tiba di nomor 150. Masih 150 orang lagi yang harus menyelesaikan transaksi mereka barulah giliran saya. Saya sudah beberapa kali terlambat selama 7 tahun saya tinggal di Pontianak. Jadi bukan masalah bagi saya untuk mengantri sepanjang itu. Sayangnya sekarang saya sudah punya jam kerja dan harus patuh pada jam masuk dan pulang. Sekarang sudah pukul 09.05, sudah tiba pada nomor antrian 224. Hampir tiba giliran saya. Sementara menunggu saya menyempatkan diri untuk menulis ini semua.

Soalnya layar televisi menampilkan tayangan yang sangat membosankan. Ruangan ini juga sangat penuh dan sesak oleh banyak manusia. Menyalakan laptop, memutar musik, memasang headphone, dan menulis adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan sekarang. Tidak peduli dengan siapa pun yang melintas atau melihat pada saya. Toh mereka memang tidak ada yang mengenali siapa saya sebenarnya.

Heating-sandwich-lvl-student_large
Beberapa menit setelah bertemu dengan saya pun mereka akan melupakan rupa saya yang sebenarnya. Begitu pula dengan saya. Saya tidak perlu mengingat satu wajah pun yang hari ini saya temui. Menit berharga yang harus saya lewati di sini tidak sia-sia karena saya telah mengisi batre laptop saya hingga penuh. 4 jam kedepan laptop saya tetap bisa menyala dan menjadi teman setia saya.

Masih 64 orang yang harus lewat ke loket pembayaran. Biasanya ada orang yang berbaik hati mau memberikan nomor antrian mereka pada orang lain karena mereka telah mendapat nomor antrian juga dari orang sebelumnya. Eh, apakah di PADM tempat kalian juga ada cerita seperti itu. Misalnya nih ada orang datangnya pagi-pagi sekali. Mengambil nomor antrian kemudian bertemu dengan orang yang dikenalnya yang mau membawa slip tagihannya untuk dibayar bersama. Sehingga mereka berdua hanya menggunakan satu nomor antrian. Nah, nomor antrian yang berikutnya yang belum digunakan biasanya akan diberikan pada orang yang datang lebih belakangan.

Tumblr_lvnu9795qt1r13lu8o1_500_large
Saya biasanya mendapat keberuntungan seperti itu. Mendapatkan nomor antrian yang lebih kecil dari yang saya punya. Saya akan menggunakan nomor antrian yang diberikan orang lain pada saya, lalu saya akan melakukan hal yang sama. Menyerahkan pula nomor antrian saya pada orang yang datang setelah saya.

Pagi ini saya melihat orang di sebelah saya yang datang lebih belakangan mendapatkan nomor antrian dari orang di depan saya. Dia memberikan nomor antrian 272. Ah, saya kurang beruntung, coba dia memberikannya pada saya. Saya tidak perlu menunggu hingga nomor 301 yang saya punya. Hari ini sih tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Saya masih beruntung hanya menunggu 151 orang di depan saya. Kalau sedang terjadi gangguan di semua cabang PDAM dan koperasi yang bekerja sama dengan PDAM, bisa-bisa saya harus mendapat nomor antrian 800 sementara nomor antrian yang muncul di loket pembayaran baru 400. Apabila keadaannya sudah demikian biasanya saya mulai clingak-clinguk mau nebeng dengan nomor antrian yang terdekat untuk maju. Titip.

Saya tidak sebal sih harus mengantri lama, kadang hanya urusan perut yang menjadi masalahnya. Kalau lapar, tidak ada satu orang pun yang bisa membantu saya menghilangkannya di ruangan ini. Maklum di sini tidak ada kantin atau semacamnya. Saya senang berada di tempat bukan rutinitas saya, bertemu dengan banyak orang yang bisa jadi selama ini belum pernah saya temui sebelumnya.

Siapa tahu, di antara banyak orang yang saya temui di sini, ada seseorang yang harusnya hadir dalam kehidupan saya selama ini. Siapa tahu? Tidak ada yang bisa memastikan itu bukan? Antrian saya masih sekitar 43 orang. Tidak begitu lama lagi. Saatnya untuk menyelesaikan tulisan yang ternyata lumayan panjang ini ya...

Semoga bulan depan saya tidak telat bayar tagihan air lagi sehingga saya tidak perlu ke PDAM, mengantri beberapa jam hanya untuk membayar tagihan yang tidak sampai 100ribu perbulannya. Jika itu masih terjadi, saya tidak keberatan menulis lagi di sini diiringi tatapan banyak orang pada saya. Hidup itu penuh warna, layaknya hari ini, banyak warna baru yang saya lihat di sini. Apa warnamu hari ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs