Langsung ke konten utama

Love Story: Behind The Scene “Nekad”


Akhirnya selesai juga cerbung yang membuat beberapa teman menjadi galau di twitter. Tapi endingnya besok ya teman-teman. Ah itu semua cukup membuat saya semangat dan ge-er. Saya tidak pernah menyangka saya berhasil menyelesaikannya. Terima kasih buat semua pembaca yang menyempatkan diri untuk membaca cerbung yang saya buat untuk menyelesaikan cinta saya yang bertepuk sebelah tangan. Saya wujudkan di cerbung sebagai cinta yang berakhir bahagia untuk melegakan luka hati saya.


Terima kasih buat @rizkirahmadania yang setiap hari menagih lanjutannya. Tapi memberikan cerbung yang belum ada endingnya itu seperti memberikan semangkuk air laut pada orang yang kehausan. Alih-alih menghilangkan hausnya, saya malah membuat orang itu lebih haus lagi.


Lalu buat @arr_rian, Ketty Husnia, Dhenok, @anoisme, thekupu, dan semuanya yang menyempatkan diri buat mampir dan meninggalkan jejak di kolom komentar khusus cerbung ini.

Seakan menganggap Nekad ini sebuah film, saya memutuskan untuk berbagi behind the scene-nya. Walaupun banyak yang bilang judulnya tidak sesuai, tapi diawali dengan sebuah kenekadan akhirnya selesailah ceritanya.

Baiklah, saya memang jatuh cinta dengan seseorang yang sampai hari ini saya tidak pernah tahu rupanya seperti apa. Tapi ternyata dia mencintai orang lain. Tulisan yang dia publish di blognya membuat saya jatuh cinta. Kadang membuat hati saya berbunga-bunga, terkadang juga membuat saya termotivasi dalam menjalani kehidupan ini.

Beberapa minggu yang lalu, saya meminta dia menjual bukunya kepada saya, dia meminta bayarannya sebuah buku yang saya tulis juga. Memamah Jantungmu. Entah apa pendapatnya mengenai tulisan saya yang masih mentah itu. Kemudian saat buku saya sampai saya sadar satu hal setelah membaca blognya. Dia jatuh cinta. Tapi bukan pada saya. Ya iyalah, siapa saya coba?

Saya bingung ingin menggalau di mana. Jadi di sinilah semuanya terlampiaskan. Melalui 14 bagian cerita Nekad. Saya menuntaskan kegalauan saya. Inilah bahasa cinta saya untuknya.

Kemudian saya ingat dengan satu tulisan Mbak Tarry. Tak Kenal HP dan Internet. Bayangkan tahun demi tahun cinta dua insan yang sekarang sudah menikah itu ternyata bisa menyatu padahal susah sekali untuk berkomunikasi. Berbeda cinta saya terhadap seseorang itu. Saya tahu nomor hapenya tapi tidak bisa menelpon. Saya juga tahu e-mail dan blognya tapi tidak pernah sekali pun bisa mendapatkan rupanya seperti apa.

Dua hati yang memang ditakdirkan untuk menjadi satu dengan ketentuan Allah, ternyata tidak kalah dengan ketiadaan teknologi yang mendukung. Padahal sekarang banyak orang yang pacaran dan merencanakan pernikahan harus berpisah karena hape dan internet.

Sms dari lawan jenis untuk kekasihnya bisa membuat cemburu berkepanjangan. Apalagi jika ada yang mesra mengirim pesan di facebook atau sekadar mention di twitter. Hal-hal sepele yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi seakan-akan menjadi api dalam sekam. Bisa jadi tanpa adanya hape dan internet membuat kepercayaan menjadi sesuatu yang mutlak dalam hubungan Mbak Tarry dan suami tercinta.

Saya ingin sekali bisa seperti itu. Tapi terkadang keinginan memang tidak sesuai kebutuhan. Saya hanya dapat meyakinkan diri sendiri bahwa cinta belum datang dalam kehidupan saya karena saya belum membutuhkannya untuk melanjutkan kehidupan saya. Bagaimana denganmu?

NB: Foto-foto yang saya gunakan adalah foto-foto yang saya ambil dari beberapa sumber. Satu hal yang mengikat semua foto itu adalah serial Roswell yang sempat membuat saya terpesona pada Alex yang menjadi gambaran tokoh Adam.

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Cinta Antara 2 Negara yang diadakan oleh Mbak Tarry.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan