Langsung ke konten utama

SMASH: LALU AKU PUN TERTAWA SEKERAS-KERASNYA

tertawa ngakak

Smash yang dimaksud di sini bukanlah boy band mana pun. Saya tidak bermaksud untuk menceritakan sesuatu hal yang menyangkut dengan boy mana pun. Sama sekali tidak ada.

emoticon
Saya beberapa bulan ini telah menjadi penyiar dan telah mengenal SMASH sebagai bagian dari warta 3 yang harus saya putar sebagai penanda di beberapa bagian berita. Penanda berganti bagian dari warta tiga yang saya bacakan setiap hari Senin-Jumat.
emoticon
Smash ini adalah penyelamat saya. Karena tidak menutup kemungkinan saya menemukan berita yang sangat lucu. Saya memang tidak bisa menahan ketawa untuk beberapa berita.
emoticon
Seperti berita hari ini tentang orang yang buang hajat di alun-alun kapuas. Itu menurut saya sangat lucu. Sebelum berita hari ini pun saya telah menemukan banyak berita lucu lainnya. Menurut saya sih lucu.
emoticon
Nah bagian pemutaran smash ini adalah satu-satunya kesempatan saya untuk menumpahkan semua ketawa saya sebelum melanjutkan pembacaan berita.
emoticon
Jika semua orang mengira saya bisa serius menghadapi berita yang saya baca, mereka sebenarnya salah besar. Saya juga bisa tertawa kok, tapi saya tidak tertawa pas mengudarakan berita.

Sebagai penyiar harus mampu mencuri-curi waktu untuk tertawa dong ya?
emoticon
Jangan sampau merusak suasana berita.
Smash mengudara dan saya langsung pecaha ketawanya: Hahahahhaha… 
emoticon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan