Langsung ke konten utama

SAYA HANYA PENYIAR: SEANDAINYA MEREKA TAHU BAGAIMANA RASANYA

orang kesal

Beberapa minggu sebelumnya kehidupan saya begitu amannya. Sangat aman. Saya tidak diganggu oleh siapa pun. Setidaknya saya mensyukuri karena saya benar-benar aman dari intimidasi siapa pun. Saya memang kurang suka diintimidasi. Bukan karena alasan yang rumit. Sederhana. Saya memang tidak pernah diintimidasi oleh ibu saya. Saya akan menjelaskan bagaimana cara ibu saya mendidik saya di postingan yang lain.


orang kesal

Saya belum setahun ini menjadi penyiar. Masih hitungan bulan. Sekitar empat bulan lagi saya genap setahun menjadi teman siarannya Bang Jaka. Tapi banyak sekali masalah yang terjadi.

Awal saya siaran, baru hitungan hari tiba-tiba ada orang yang suka SMS hal-hal yang tidak senonoh ke jalur SMS Radio Volare. Bayangkan! Dia meneror seisi radio dengan semua SMS-nya. Saya yang memang suka panikan, otomatis sangat panik. Saya baru jadi penyiar. Saya sedang mewujudkan cita-cita saya sejak duduk di bangku sekolah dasar dan saya tidak mau semuanya berakhir begitu saja.
emoticon
Untungnya beberapa penyiar lain menguatkan saya. Saya selalu ingat pesan mereka.
1. Jangan dikasih amunisi. Biarkan saja.
2. Dulu ada yang lebih parah kok. Tenang saja.

Saya sedikit tenang waktu itu walaupun gangguan tersebut terjadi sampai sebulan penuh. Bayangkan. Bayangkan!
emoticon
Saya tetap menjadi penyiar dan itu tidak mempengaruhi posisi saya. Semua orang di Radio Volare tidak perduli dengan semua SMS yang masuk. Alhamdulillah. Hanya itu yang bisa saya ucapkan ketika mengingat ini semua.

Saya rasa itu satu-satunya gangguan yang paling berat di bulan-bulan pertama saya siaran. Hingga berganti ke tahun 2011 saya harus menerima banyak hal yang membuat saya ingin membanting hape saya. Walaupun saya tidak melakukannya karena saya sayang dengan handphone-handphone saya.
emoticon
Ini berawal dari nomor handphone saya yang digunakan untuk menghubungi pemenang kuis di Radio Volare. Akhirnya nomor pribadi saya tersebar luas. Beberapa pendengar dengan rajinnya mengirimi saya SMS. Awalnya saya tidak ingin dianggap sebagai penyiar yang sombong sehingga saya selalu membalas SMS yang masuk.
Masalah itu pun datang.

Merasa semua SMS itu dibalas saya pun harus merelakan SMS membanjir. Ya.. banjir sampai-sampai banyak SMS penting yang lain tidak bisa mampir ke kotak pesan.

Dengan berat hati saya akhirnya menyaring semua SMS yang akan masuk. Beberapa nomor saya masukkan ke nomor yang disaring sehingga pesannya akan masuk ke kotak yang lain dan otomatis terhapus apabila pesan disaring yang lain mampir di sana.

Ada lagi satu pendengar yang sempat ketemu dengan saya dan dengan enaknya saja memegang kedua lengan saya agar saya menggeser posisi berdiri. Waktu itu memang ada orang yang akan lewat di dekat saya. Saya memang menghalangi tapi tidak ada orang pun yang berhak menyentuh saya seperti itu. Cara dia menggeser saya seakan-akan saya adalah orang yang memiliki hubungan pribadi dengannya. Saya tidak suka. Saya kesal. Saya menumpahkan semua kekesalan itu dengan menceritakan hal ini ke beberapa teman saya.
emoticon
“Pede sekali ya orang itu megang-megang saya?”
Terdengar sombong? Jangankan dia Presiden SBY saja tidak berhak menyentuh saya seperti itu. Saya manusia sama seperti yang lainnya.
Apalagi ketika mendengar dia bicara dengan nada gembira.

Dia: “Mbak orang mana?”
Saya: “Jawai, Sambas.”
Dia: “Wah jauh ya? Dulu pacar saya orang Sanggau, jauh kan? Eh sekarang orang jauh juga.”
emoticon
Maksud kalimatnya apa? Saya akan jadi pacarnya begitu? Mentang-mentang dia ganteng! Hilang sudah semua kegantengan cowok yang super duper pede seperti itu.

Saya benar-benar benci mengingat peristiwa ini. Saya hanya bisa mohon maaf karena menjaga jarak dengan beberapa pendengar yang sudah tahu nomor hape saya. Saya hanya penyiar. Saya bukan tempat bertanya tentang lagu apa yang sedang diputar di Radio Volare. Saya juga bukan orang yang mengurus jadwal siaran semua penyiar sehingga saya yang harus menjawab pertanyaan “Kenapa hari ini tidak ada penyiar?” atau “Ini sampe jam berapa acaranya diisi lagu?”.
emoticon

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs