Langsung ke konten utama

#17 TABU: SEBUAH NOVEL TENTANG FITRI JUNIA REE KUMBAWA


Belum, belum seminggu sejak kepergian sahabat terbaik yang pernah ada dalam hidupku. Dialah alasan terbesar aku bisa mengejar kuliahku dan menyelesaikan pertandingan itu satu demi satu. Dialah yang menyemangatiku sehingga aku bisa masuk dalam Radio Volare. Menjadi bagian kecil yang berperan tak kalah penting dengan yang lainnya.

Sahabatku bernama Fitri Junia yang suka memberikan gelar Ree Kumbawa pada dirinya.

Aku tiba-tiba ingin meneruskan judul novel yang ingin ia tuliskan. Dia memilih judul novelnya itu TABU. Dia belum menyelesaikannya. Aku akan berusaha mewujudkan sebuah tulisan untuk mengenangnya. Aku akan menceritakan pada dunia. Tentang seseorang yang pernah dalam hidupku dan meninggal dalam usia yang sangat muda. Belum genap 25 tahun. Usianya hanya terpaut seminggu denganku.

Aku merasa seperti saudara kembar untuknya.

Kami selalu bersama. Seringkali bersama sehingga aku merasa setengah dari diriku hilang dengan ketiadaannya.

Aku pikir akulah orang yang mengidamkan kematian lebih cepat. Tapi Tuhan selalu memberikan kejutan yang tidak kita duga, dia mengambil seseorang yang Dia sayangi.

Berarti kalau aku menginginkan kematian harusnya aku menjadi umat yang Dia cintai.

Oke, malah keluar dari jalur penceritaan yang seharusnya ya?

Aku ingin menulis sebuah novel berjudul TABU. Aku tak tahu harus mulai dari mana. Aku juga tak tahu siapa saja yang akan aku jadikan tokoh di dalamnya. Aku hanya tahu satu hal, ini adalah sebuah cerita yang aku tuliskan untuk Fitri Junia Ree Kumbawa yang selalu suka dengan semua tulisanku.

Dialah satu-satunya orang yang percaya dengan kemampuanku sejak pertama kali dia mengenalku enam tahun yang lalu. Dia yang menguatkan dan mengatakan kamu pasti bisa.

Dia sudah tak ada. Itu kalimat yang selalu aku dengungkan dalam pikiranku.

Iya aku harus menerima itu. Tapi aku masih punya semua kenangan yang tak akan pernah terlupakan selama dia ada. Semoga bisa berjumpa dengannya di akhirat dalam keadaan baik-baik saja.

Sebuah novel. Tentang TABU. Tentang kehidupan. Tentang Ree Kumbawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs