Langsung ke konten utama

MENERBITKAN BUKU MEMANG GAMPANG, TAPI....

nulisbuku

Sebelumnya saya pernah menuliskan bahwa MENERBITKAN BUKU ITU GAMPANG. Intinya kamu punya tulisan dan uang. Terbitlah buku itu. Terlepas dari berapa jumlahnya, intinya gampang. Tapi tahukah kamu menerbitkan melalui self publisher seperti nulisbuku itu awalnya gampang. Tapi tetap tidak mudah untuk membuatnya laku dengan cepat dan jumlah yang banyak.


Beruntung kalau dari awal kamu sudah memiliki teman pecinta buku yang banyak dan suka membeli buku. Buku kamu akan laris bak kacang goreng. Kamu juga beruntung apabila kamu memiliki kemampuan berdagang yang tinggi untuk memasarkan buku kamu.

Buku saya telah saya cetak untuk kelima kalinya saat saya menyelesaikan tulisan ini. Kenapa buku saya bisa terjual lumayan laris? Saya tidak mengatakan bukunya meledak di pasaran. Penjualannya pelan tapi pasti. Sedikit demi sedikit banyak yang minat dengan buku saya. Semuanya memang mengalir begitu saja. Saya membangun semuanya secara tidak sadar. Tanpa meramalkan apa yang terjadi di masa depan saya telah membuat sebuah pondasi yang sangat kuat untuk menjadi penulis buku dan menjualnya. Bangga dengan apa yang saya capai sekarang? Kalau sudah best seller seperti tulisannya Andrea Hirata saya mungkin akan bangga tidak ketulungan. Jingkrak-jingkrak di kamar sampai puas. Tapi novel saya tidak se-booming itu kok. Novel saya untuk saat ini selalu laku apabila saya yang menjualnya.

Apa saja sih pondasi yang saya bangun untuk membuat novel saya bisa dilempar ke pasaran?

1. Saya latihan menulis sejak kecil

Kalau saya tidak berlatih menulis sejak duduk di bangku sekolah dasar bagaimana mungkin saya menghasilkan tulisan. Ini bukan tentang bakat. Tapi kemauan untuk latihan.

2. Saya belajar menghargai uang dengan berdagang

Ini juga saya pelajari di bangku SD. Dagang jajanan sih dulunya. Saya jadi tahu cara berdagang itu seperti apa. Kuncinya saya dapat waktu saya tamat SMA dan bekerja di sebuah toko kelontong. Saya jadi tahu menjadi pedagang kita tidak boleh panjang tangan. Sekali lancung diujian, seumur hidup orang tak akan percaya.

3. Saya bermimpi

Saya sejak kecil selalu mengimpikan suatu hari saya akan menerbitkan buku. Saya benar-benar menerbitkannya sekarang.

4. Saya membuka toko online

Tiga tahun yang lalu saya iseng berjualan di facebook. Tiga tahun pula orang mengenal saya dan tahu saya adalah pedagang yang benar. Bukan toko online yang ingin menipu orang lain. Jadi saat saya memajang buku saya di facebook pesanan mengalir dan pertanyaan pun bermunculan. Ucapan selamat adalah bonus yang saya terima kemudian.

5. Saya membuat blog

Ternyata memiliki blog dan berteman dengan beberapa blogger membuat saya memiliki jaringan lain. Mereka juga menjadi pembeli novel saya. Bahkan pembeli pertama novel saya adalah blogger yang saya kenal melalui tulisan-tulisan di dunia maya ini. Terima kasih Mas Joko.

6. Saya sedekah

Apa pun yang bisa saya sedekahkan dengan orang saya sedekahkan. Allah akan membalasnya berkali-kali lipat saya yakin itu. Jadi, apabila saya ingin mendapatkan balasan yang besar, saya juga harus sedekah yang banyak.

7. Promosi tanpa henti

Produsen sebuah produk biasanya akan rutin membayar iklan agar produk mereka laris. Tahukah kamu iklan yang terus-menerus itu akan masuk dalam otak kita dan secara tidak sadar ‘memaksa’ kita untuk membeli. Buktinya ada seseorang yang membeli novel saya sambil mengatakan ‘Iklan yang berhasil’. Iya saya beriklan setiap hari tentang novel saya di facebook.

8. Berdoalah

Tuhan tidak pernah tidur.

Sekian pengalaman saya saat menerbitkan buku sendiri pertama kalinya. Saya tidak akan berhenti sampai di sini. Saya akan menerbitkan lagi apabila novel yang ini telah terbit setahun. Setiap tahun satu buku? Lumayan buat pondasi baru bukan? Atau ingin buat rekor baru? Sebulan satu? Capek promosinya nanti. Tapi boleh dipikirkan juga sih, tunggu kuliah selesai. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs