Langsung ke konten utama

ENTAH KENAPA BEBERAPA HAL TERSEBUT LUMAYAN MENGGANGGUKU

titel

Beberapa hal di dunia maya ini ada yang terasa sangat menggangguku. Entah aku yang terlalu sensitif tapi memang aku merasa sangat tidak nyaman dengan beberapa hal yang aku temukan di sini. Bukannya apa-apa, aku hanya ingin mengeluarkan semuanya agar lebih jelas di mata semua orang.

Hal pertama yang lumayan menggangguku. Titel yang dituliskan di nama. baik sebagai nama facebook atau username di media. Saya melihatnya agak aneh karena titel itu bukan nama. Kalau dituliskan di blog yang memang isinya membahas tentang informasi yang berkaitan dengan titelnya tersebut sih saya tidak begitu mempermasalahkannya. Tapi bagaimana kalau tidak?

Pernahkah menemukan nama di facebook yang ada embel-embel titelnya? Kok malah jadi terasa lebih alay dari anak-anak 4L4Y ya?

Lain lagi dengan orang yang menyebutkan prestasinya di info atau bio. Terutama di twitter. Nah ini juga terasa sangat tidak profesional. Kalau memang telah melakukan suatu prestasi atau menerbitkan sebuah karya pasti orang sudah tahu kok tidak perlu dituliskan ya? Apalagi kalo dituliskan sampe mirip kereta api. Kalau memang punya buku tulis aja di bio itu ‘penulis’ tidak perlu tulis ‘penulis buku A, buku B, buku C’ kok kesannya bagaimana ya?

Tidak tahu apakah semua orang merasakannya atau hanya saya. Saya jelas merasa terganggu dengan ini. Apakah memang kotak bio dan info harus diisi dengan prestasi seperti itu ya? Ini pemikiran saya beberapa bulan terakhir ini.

Padahal banyak juga orang yang telah selesai kuliah sampe S3 tapi tidak menuliskan titelnya di usernamenya. Untuk apa coba? Kalau kayak beberapa orang yang menggunakan titel dokternya masih saya maklumi karena mereka memberikan informasi seputar keahlian mereka. Nah kalo misalnya menuliskan Sarjana Teknik, Sarjana Pendidikan, Sarjana Hukum dan sarjana lainnya di sebelah namanya tapi tidak difungsikan sebagaimana mestinya kan malu. Apalagi kalau ternyata di dunia maya menghadirkan sosok yang sama sekali jauh dari titel yang ia sandang.

Saya terganggu dengan titel yang bertebaran itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs