Langsung ke konten utama

#4 JADI EDITOR


Ini adalah keinginan saya baru-baru ini. Saya baru menyadari kesukaan saya mengedit tulisan setelah membaca beberapa contoh tulisan yang hadir di hadapan saya. Saya memang  bukanlah ahli tata bahasa yang menguasai 100% Bahasa Indonesia beserta ejaannya. Saya hanya meyakini satu hal bahwa sebuah kebiasaan bisa menjadi bakat apabila diasah terus-menerus.

Saya menikmati proses membaca sambil memperbaiki tulisan orang. Terutama berita yang masuk ke Radio Volare. Saya memang bukan ditempatkan secara khusus untuk mengedit berita. Saya melakukannya karena saya sekarang mengajari seorang reporter di sini yang ternyata sama sekali tidak suka dengan Bahasa Indonesia. Bayangkan bagaimana caranya saya menjejalkan pengetahuan tentang Bahasa Indonesia yang saya punya padanya. Pada seseorang yang sama sekali tidak menyukai pelajaran ini dan nilai Bahasa Indonesianya adalah nilai terendah yang dia miliki.

Menyedihkan. Saya pikir pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang akan membuat semua pelajar jatuh cinta. Saya ternyata salah. Apalagi setelah saya menjadi tentor di sebuah tempat bimbingan belajar. Saya melihat betapa mereka kurang menyukai pelajaran yang saya ajarkan. Saya tidak tahu apakah mereka sudah menyukainya? Karena saya sudah mengundurkan diri dari sana. Saya lelah. Sangat lelah mengajarkan Bahasa Indonesia.

Kembali kepada topik utama. Editor. Saya melihat betapa mulianya pekerjaan tersebut. membuat sebuah tulisan menjadi lebih sempurna. Syukur-syukur 100% bisa sempurna. Entahlah. Saya tidak begitu merasa saya mampu melakukannya. Tapi di sinilah saya meletakkan sebuah mozaik mimpi saya. Di bagian ‘menjadi editor’. Setelah sebelumnya saya telah menulis dan ada beberapa orang yang menyalahkan bahasa yang saya gunakan. Saya setelah mendapat kritikan pedas tersebut menjadi kurang percaya diri untuk menjadi seorang editor.

Apakah saya memang layak untuk menjadi editor?

Entahlah. Saya tak pernah tahu apa yang Tuhan tuliskan sebagai masa depan saya. Saya hany menuliskan daftar ini agar Tuhan bisa melihat dengan jelas apa yang saya inginkan. Berharap Beliau akan meng-copy paste tulisan ini dan memasukkannya dalam daftar takdir saya. Saya ingin menjadi editor untuk karya fiksi Tuhan. Saat saya telah berusia 25 tahun. Itu berarti beberapa bulan lagi.

Sekarang saya telah memulai sebuah langkah awal dan saya harap tak lama lagi akan menuliskan kata’DONE!’ di kotak komentar postingan ini.

Saya ingin jadi editor. Itu satu lagi mimpi saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan