Langsung ke konten utama

#16 SURAT BUAT ABAHKU

Assalamualaikum Abah

Saat aku menuliskan surat ini entah sudah berapa banyak air mata Umak yang kau tumpahkan ke muka bumi ini. Aku hanya ingin mengatakan padamu betapa aku membencimu karena telah menyiksa ibuku sampai tiga puluh tahun. Apakah tidak ada yang kau pelajari dalam pernikahan itu selama ini? Apakah kurang pengabdian Umak padamu?
Kurang apalagi abah?<!--more-->

Kau hanya parasit yang ongkang-ongkang kaki di rumah.
Apakah kamu masih ingat kandang kambing yang pernah menjadi rumah kita di Jawai? Apakah kamu masih ingat ‘rumah’ itu? Kandang Abah! KANDANG KAMBING!

Seandainya aku adalah malaikat pencabut nyawa aku sudah menghabisi napasmu saat itu. Saat kau memutuskan untuk menikah dengan ibuku. Dia ibuku.

Perempuan yang dengan ikhlas menjalani berbagai profesi demi menghidupi kami karena kamu sama sekali tidak menghasilkan apa-apa. Hatiku sakit setiap kali mendengar kabar dari kampung yang mengatakan kalau kau sedang menyiksa ibuku dan saudara-saudaraku.

Apalagi Abah?

Bisakah kamu melihat ke belakang?

Tengok 30 tahun lalu. Apa yang telah engkau capai untuk membuktikan bahwa kau adalah seorang suami dan seorang ayah. Apakah tidak ada yang bisa kau lakukan? Kami tidak meminta banyak! Jangan sok diktator. Kamu bukan seorang suami atau ayah yang baik. Kamu gila Abah! Kamu adalah orang yang sangat gila.

Apa yang ada dalam kepalamu ketika memutuskan untuk mendera kami dengan semua ini? Batin umakku sangat tersiksa Abah. Dia sudah tua. Sudah sangat lelah. Ia pasti ingin bahagia di usia tuanya.

Kau tunggu Bah, aku akan mengumpulkan uang yang banyak. Aku akan menjual semua bukuku hingga aku mampu membelikan sebuah rumah untuk Umak dan saudara-saudaraku. Kami akan meninggalkanmu Abah. Tunggu hari itu. Kami tidak akan mengingatmu lagi. Cukup sudah semua siksaan itu.

Kematianmu adalah sebuah kebahagiaan buat keluargaku. Terutama buat ibuku karena dia adalah orang yang paling tersiksa dengan kehadiranmu.

Aku bersyukur sejak usia dua tahun aku tak perlu tinggal bersamamu dan sekarang aku sangat bersyukur tidak berada di Jawai lagi. Kampung itu hanya mengingatkanku padamu.

Orang yang paling tak ingin aku temui dalam hidupku.

Masih ingatkah kau Abah dengan semua perlakuanmu pada aku dan saudara-saudaraku? Aku bisa menghapus itu semua dan memaafkanmu seandainya kamu segera mati dan meninggalkan dunia ini. Aku benci kehidupanmu.

Abah, saat aku menuliskan surat ini berapa pukulan yang engkau layangkan ke tubuh perempuan yang paling aku cintai di bumi ini? Satu-satunya orang yang masih waras meskipun engkau siksa sedemikian panjang.

Seberapa banyak makian yang engkau muntahkan pada Umakku.

Apa yang telah engkau tanam, itulah yang akan engkau tuai. Tunggu saja. Kami akan meninggalkanmu sendirian di sana. Aku yakin kamu akan mati pelan-pelan tanpa uang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs