Langsung ke konten utama

#12 SELASA SIANG SAMPAI MALAM

ROHANI SYAWALIAH

Assalamualaikum
Dear Jodohku,

Entah sudah berapa kali aku memikirkan bagaimana rupamu yang sebenarnya. Sulit bagiku untuk mengambarkan seseorang yang telah ditakdirkan untuk bersamaku dengan ikatan jodoh. Apakah jodoh itu memang telah ditetapkan dari langit? Sampai sekarang aku masih tak mampu meyakinkan diriku sendiri bahwa kamu memang ada.


Sudah berapa lelaki yang datang menawarkan cinta untukku kemudian aku sadar mereka sama sekali bukan kamu. Bukan kamu. Dimanakah kamu yang sebenarnya?

Sekian lama aku menunggu aku terjebak lagi dengan lelaki yang penuh asap rokok. Aku asma lagi. Sudah lama aku terhindar dari asap rokok karena aku berada di lokasi yang memang tidak mengizinkan perokok melakukan aktivitas merokoknya di sana. Apalagi rekan kerjaku memang tidak merokok lagi. Itu adalah hal yang paling aku suka dari dia. Dibalik semua kriminal yang ia lakukan padaku sangat termaafkan karena dia sudah berhenti merokok.

Makasih Bang Jaka!

Apakah kamu tahu satu hal jodohku, aku akan menolakmu sebagai jodohku apabila kamu adalah seorang perokok. Biarpun kamu diciptakan Tuhan khusus hanya untukku. Mohon maaf dengan sangat aku tak akan mampu untuk hidup bersamamu.

Hari ini aku kesal. Kesal banget. Setelah mencoba berpromosi di beberapa blog salingsilang aku hanya menyisakan satu postingan Memamah Jantungmu di rumah ‘langsungenak’. Aku yakin tanggapan mereka mau mengkritik pun akan sangat nyaman dibaca. Penghuninya adalah perempuan yang berhati emas yang akan membuat siapa pun jatuh cinta dengan rumah ‘langsungenak’ tersebut.

Aku sadar sekali jodohku bahwa aku bukanlah penulis terkenal yang sangat digandrungi banyak remaja seperti Raditya Dika. Sampai sekarang aku masih bingung apa yang menyenangkan dari tulisan-tulisannya. Selain karena aku tak pernah menyelesaikan bukunya aku juga tidak punya bukunya. Aku lebih menyukai tulisan Sapardi Djoko Damono. Aku mungkin terdengar sangat tidak gaul karena mencintai genre tulisan sekelas sastrawan tua seperti dia, tapi inilah seleraku. Aku harap kamu tidak ilfil membaca suratku kali ini.

Di twitter juga aku memang tidak memiliki pamor yang tinggi. Aku hanya memiliki sedikit follower sehingga orang yang menjawab mentionku pastinya orang yang benar-benar tidak menilai ketenaran seseorang untuk berteman. Jadi aku mendapatkan teman-teman terpilih yang tidak sombong dan baik hati.

Aku masih hidup kok jodohku. Aku belum memutuskan untuk bunuh diri dengan sedemikian banyak hujatan yang mampir di tulisanku. Mau mereka bilang kenapa ‘titit’ itu lolos sensor editor [kemudian mereka sadar editornya aku sendiri]? Itu tulisanku. Aku tak akan merelakan siapa pun untuk menyentuh dan mengebirinya. Kecuali untuk kesalahan pengetikan. Tapi untuk mengganti diksi? Itu pilihan kataku. Mereka tidak punya hak sama sekali untuk menghilangkan kata ‘titit’ dari novelku.

Mereka bodoh! Itu jawaban paling gampangku. Mereka harusnya tahu aku bukanlah suku Jawa. Aku campuran. Sama sekali tidak tahu kalau dalam bahasa Jawa ‘titit’ itu bermakna porno. Masalahnya apa? Aku kan tidak menulis novel dalam bahasa Jawa. Mereka tidak berhak menyalahkanku. Sekali lagi aku tegaskan, ini novelku. Bukan novel mereka.

Bahkan Djenar Maesa Ayu tidak terasa porno ketika menuliskan vagina. Kenapa aku lantas dihujat?

Ah sudahlah, aku mengerti mereka tidak mengecek latar belakangku sebagai penulis dan menganggap tulisanku tak lebih dari sampah. Aku tak peduli. Aku penulis dan aku akan terus menulis. Mereka boleh eksis di rumah itu. Aku akan mengalahkan kalian semua dengan cara yang lain. Tunggu waktuku.

Sampai di sini ya Cintaku,
Jodohmu
Honeylizious.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs