Langsung ke konten utama

PNS, RUANG NYAMAN ATAU JEBAKAN? (2)

pencari kerja
Saya entah kenapa sangat tidak suka mendengar banyak orang yang beranggapan bahwa mereka cukup kuliah tinggi-tinggi hanya untuk mencapai kelulusan pada tes CPNS. Apakah kalo memang sudah lulus PNS lantas mereka bahagia? Sebenarnya relatif sih… saya tidak mengatakan standar kebahagiaan yang mereka pilih itu salah. Semuanya tergantung pilihan hidup masing-masing.


Bukankah setiap orang memiliki lentera jiwa? Sayangnya pada wajah-wajah mereka saya tidak melihat lentera jiwa mereka adalah mengabdi pada negara dengan menjadi PNS. Khususnya guru. Bahkan tidak sedikit orang yang melakukan kecurangan untuk mencapai target kelulusan PNS. Apakah masuk akal orang yang memiliki keinginan yang mulia, saya rasa demikian adanya apabila seseorang benar-benar memilih PNS sebagai lentera jiwa.

Lalu kenapa semuanya menjadi berburu titel PNS dengan menghalalkan berbagai macam cara?

Sampai sekarang telinga saya panas mendengar ‘cepat-cepat selesaikan kuliahnya, biar bisa jadi PNS!’. Saya jadi berpikir apakah sekarang PNS bisa dikategorikan sebagai cita-cita terbaru yang berkembang di masyarakat?

Saya tidak pernah menyalahkan orang yang memilih untuk kuliah di FKIP Untan karena dibanding fakultas lain, harganya jauh lebih murah dan banyak yang beranggapan bahwa lebih cerah prospeknya. Lulusan FKIP memang bisa melamar menjadi CPNS dibanyak lokasi. Apalagi dengan semakin banyaknya sekolah yang dibangun, banyak orang beranggapan bahwa anaknya akan gampang mendapatkan pekerjaan.

Sejak dulu, memang mental anak bangsa dihadapkan pada, dengan pendidikan yang tinggi, kalian bisa mencari pekerjaan. MENCARI. Itulah yang membuat PNS, saya rasa, menjadi sangat diagung-agungkan. Apalagi banyak kalangan berpendapat mencari pekerjaan tidak gampang. Memang, saya akui itu ada benarnya juga. Namun apakah lantas kita harus memasrahkan hidup pada pilihan untuk menjadi PNS?

Menurut saya, terutama bagi diri saya, menjadi PNS itu akan mematikan kreativitas hidup saya. Pertama karena dengan menjadi PNS otomatis saya akan ditempatkan di desa. Entah akan ada sinyal untuk internetan atau tidak di sana. Otomatis saya akan sulit untuk mendapatkan berita terupdate. Saya juga harus meninggalkan radio yang selama ini memberikan pengalaman yang sangat dalam pada penyiar baru seperti saya. Apabila saya berada di desa, tidak mudah untuk mengakses internet di sana, maka saya sama saja menghancurkan bisnis online yang saya miliki. Desa dan PNS memang menjanjikan sebuah ruang yang nyaman, tapi bagai burung dalam sangkar emas sepertinya nantinya yang akan saya rasa. Saya ingin menjadi burung liar yang berada di alam bebas. Tak akan ada yang peduli saya ingin terbang kemana. Jadi, saya akan berpikir berpuluh kali untuk melamar menjadi PNS apabila penempatannya adalah di sekolah di pedesaan. Lentera jiwa saya akan mati apabila berada di sana.

So, buat saya, PNS itu rasanya ruang nyaman yang dibentuk menjadi jebakan.

Biarkan orang mencemooh saya yang menghabiskan uang orang tua tanpa menjadi PNS. Kecuali apabila saya diterima menjadi PNS di perkotaan yang tidak mematikan kreativitas saya. Saya akan meninjau ulang. Namun sayangnya saya bukanlah orang yang mau memegang komitmen seumur hidup untuk mengabdi pada negara dan menadahkan tangan pada mereka. Lebih baik saya menciptakan lapangan pekerjaan sendiri daripada menjadi orang yangg mencari kerja!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs