Langsung ke konten utama

PENJARA BUKAN SOLUSI




Gayus benar-benar sebuah fenomena yang meledakkan ‘bom waktu’ yang selama ini seakan terpendam jauh dalam tanah air kita. Entah apakah karena sudah terlalu berakar. Satu hal yang pasti, Gayus menginjak ‘ranjau’ itu. Ledakannya menuai dampak negatif tidak hanya bagi dirinya. Bisa saja akan melahirkan sesuatu yang baru di Indonesia. Sesuatu yang baru itu mudah-mudahan adalah hukuman yang benar-benar hukuman untuk koruptor. Lintah darat yang semakin gemuk di penjara. (apakah saya boleh menyebutnya begitu?)

Dalam kasus ini terlihat dengan jelas, Gayus ‘menikmati’ kegiatan barunya di ‘hotel’ tahanan. Meskipun ruang tahanannya tidak terlihat secara jelas oleh seluruh rakyat Indonesia tapi bisa dibayangkan apa saja yang mampu ia beli. Manusia saja bisa dia beli? Kenapa tidak fasilitas hotel? Dia melanglang buana seperti seorang turis ke Bali hanya untuk menonton tenis (Nonton tenis aja bisa, apalagi untuk hal-hal yang benar-benar penting. Sedemikian pentingnyakah pertandingan itu?). Petualangannya yang ini berdampak buruk bagi banyak orang karena ada yang dengan sigap mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Untungnya dia tidak sempat menyuap fotografer ini ya? Kalo sempat… Mulus terus deh ya Om perjalanannya keliling Indonesia.

Lantas apakah hukuman penjara benar-benar mampu membuat efek jera pada para koruptor? Seharusnya dikembalikan pada tujuan awal mereka melakukan tindak korupsi, yaitu untuk memperkaya diri pribadi dengan uang rakyat diinstansi yang mereke ‘tempeli’ (lintah hobi nempel bukan?). nah, di sini kelihatan bahwa mereka takut untuk miskin. Mereka tidak takut dengan penjara. Uang akan melicinkan segalanya. Jadi, alangkah baiknya koruptor ini dihukum dengan cara yang berbeda. Mereka dihukum untuk mengembalikan sepuluh kali lipat dari uang negara yang mereka korupsi dan dipekerjakan seumur hidup untuk negara tanpa mendapat upah sepeser pun. Mereka tidak diijinkan memiliki rekening apa pun di dalam atau luar negeri. Negara hanya berkewajiban untuk memberi makan dan tempat tinggal (seperti penjara).


Itu hanya wacana yang berkelebat di kepala saya. Mau setuju atau tidak negara dengan wacana tersebut saya hanya ingin berbicara. Apakah ada yang punya wacana yang lain? Share aja di sini… salam kenal buat semua…

Keep posting!
Peristiwa pemotretan ini mengingatkan kita untuk lebih memperhatikan orang-orang yang berkeliaran di sekitar kita. Siapa tahu kan, Om Gayus jalan-jalan lagi… jangan lupa bawa kamera nih kemana-mana…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs