Langsung ke konten utama

Food Prep Episode 1



Hari ini habis nyetok bahan masakan di kulkas buat seminggu ke depan. Kayaknya ini nggak sampe 300rb soalnya suami yang belanja. Nggak ada ongkos kurir dan mark upnya. 🤣🤣🤣

Lauknya:
Daging sapi sudah dipotong-potong terus masukin ke wadah yang kecil-kecil supaya tinggal tuang ke slowcooker kalo mau dimasak. Biasanya dimasak sop saja favorit suami.

Telor 20 butir nggak diapa-apain buat cadangan kalau mau masak cepat bisa didadar atau diceplok.

Ayam diungkep pakai bumbu racik tanpa tambahan air hanya sedikit minyak. Ayamnya sudah dipotong-potong dari pasar jadi tinggal dicuci saja sebelum diungkep.

Tempe, ini harus langsung dimasak paling lama besok. Tadi saya masak 5 buah, 5 buah lagi saya masukin kulkas buat digoreng besok. Jangan menyimpan tempe terlalu lama ya gaes ya.

Sayur:

Sawi, sudah dipotong-potong dan dibagi-bagi ke dalam wadah 1 porsi. Jadi kalau mau masak sayur tinggal ambil 1 wadah saja.

Kangkung, juga sudah dipotong-potong dan masukin ke wadah-wadah buat memudahkan saat mau masak.

Terong sama timun nggak dipotong, langsung masuk wadah dan simpan dalam kulkas.

Kol dipotong-potong supaya gampang pas mau numisnya.

Kentang dan wortel langsung dihabiskan untuk isian lumpia.

Daun bawang dan daun sop dipotong-potong kecil buat dipake taburan sop daging.

Camilan:
Hari ini nyetok 50 buah lumpia isi kentang wortel sosis, buat anak-anak kalau mau bekal yang gampang-gampang tinggal digoreng saja.

Ada beli buah nanas juga, dipotong-potong dan dapat 3 porsi.

Cabai nggak beli karena minggu lalu sudah beli dapat 2 wadah kecil dan baru kepake satu wadah itupun karena bikin cocolan buah.

Kali ini yang banyak dibeli suami bumbu racik ayam dan terasi. Lauknya tidak ada ikan karena suami tidak begitu suka ikan tapi saya ada nyetok sarden jadi saat pengen makan ikan saya biasa makan ikan kalengan saja.

Menyetok bahan makanan seperti ini sangat menghemat waktu memasak setiap harinya. Menghemat pengeluaran juga. Nggak ada kebingungan mau masak apa besok karena sudah ada di kulkas. Seminggu kalau belanja 300ribu berarti sebulan 1.2juta cukup buat bahan masakan. Tidak termasuk biaya lain-lain ya. Gas, air, listrik, beras, jajan anak, minyak motor, minyak goreng, kebutuhan skincare, produk untuk kamar mandi, dan lain-lain.

Untuk bumbu yang wajib ada di rumah ya masako sama kemaren ada bikin bumbu nasi goreng abang-abang yang saya jadikan untuk semua bumbu masakan berkuah juga. Jadi numis sayur semakin gampang. Judulnya bumbu nasi goreng abang-abang tapi hanya kepake 1x buat masak nasi goreng. Seringnya dipake buat masak yang lain terutama tumisan sayur.

Dulu saya enggan berlama-lama di dapur, rasanya ngabisin waktu, tenaga dan nggak produktif. Ya dulu produktif versi saya adalah menghasilkan uang. Padahal mempersiapkan bahan makanan itu juga produktif. Berapa besaran uang yang bisa kami pangkas dengan memasak sendiri di rumah? Variasi masakan juga lebih banyak. Badan juga banyak gerak. Sehingga pas malem jadi gampang tidurnya. Memiliki bahan makanan yang siap pakai dalam kulkas juga membantu suami yang kebagian tugas masak. Nggak bolak-balik dia nanya harus tambah apa lagi masakannya.

Hanya bagian nyuci piring yang saya kurang suka. Jadi tetap suami yang pegang. Hari ini seharian kerjaannya di dapur saja, sempat tidur siang sebentar karena kelelahan. Habis itu sore lanjut bikin lumpia sendirian.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs