Langsung ke konten utama

Itu Malak, Minta Sedekah, atau Mau Pinjam Uang?

Pagi ini ada yang chat katanya mau gabung di Oriflame soalnya butuh duit buat belikan anaknya baju lebaran karena sudah ditanya-tanya sama anaknya.

Itulah pentingnya kita siap mental dan finansial kalau mau punya anak. Jangan malah memberikan kemiskinan pada mereka. Apalagi mengajari mental berhutang atau meminta-minta. Jangan hanya karena sudah menikah lantas merasa wajib punya anak, padahal nggak mampu memberikan kehidupan layak untuk mereka.

Setelah saya jelaskan sekilas jawabannya: "Saya nggak ngerti Mbak, saya nggak jadi gabung."

Padahal sudah didaftarkan 5 menit yang lalu. Dibaca aja belum semua penjelasannya dan videonya belum ditonton sudah menyerah. 🤣🤣

Katanya butuh 2juta buat beliin baju lebaran buat anak-anak. Pas dijelaskan jualan 10juta untung 2.3juta dia menolak karena maunya langsung dapat 2juta tanpa jualan produk Oriflame.

Jelas ya ini tipe-tipe orang yang nggak bisa dipercaya. Berharap saya meminjamkan 2juta, kalau bisa sedekah yang dia harapkan, padahal hanya kenal di whatsapp nggak sampe sejam. Di mana-mana sedekah mah seikhlasnya, kalo 2juta saya juga nggak ikhlas. Lumayan banget duitnya buat belikan anak-anak HP baru 2biji. Mana ada orang minta sedekah nyebut nominal, 2juta pulak kan. 😂😂😂

Coba itu HPnya dijual aja buat beli baju lebaran atau jual motor yang ada di rumah kalau ada.

Itulah alasan kenapa saya kerja serius di Oriflame, nggak pernah berhenti membangun jaringan, supaya nanti bisa gajian ratusan juta perbulan. Biar anak-anak bisa hidup dengan nyaman. Jangan sampai mereka harus merasakan lapar kayak Umaknya jaman dulu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny