Langsung ke konten utama

Mari Menulis Lagi


Sudah lama sekali rasanya tidak menulis secara rutin di blog ini. Padahal dulu rajin banget, bisa sampai puluhan artikel dalam sehari. Ternyata berkembang biak memang menguras tenaga dan waktu. Sekarang anak saya tiga dan sudah saatnya kembali merawat blog yang hampir kayak kuburan ini saking sepinya dari tulisan sendiri. Dulu saya pikir saya nggak akan pernah meninggalkan dia, maklum dua tahun sebelum menikah, blog inilah sahabat saya dikala saya sepi dan sendiri. Semua saya ceritakan di blog ini. Sampai akhirnya saat menikah saya punya tempat cerita yang baru, suami. Semua saya ceritakan setiap hari sampai akhirnya tak ada lagi yang bisa saya tumpahkan di blog ini.

Tapi tahun ini saya ingin kembali memeluk blog ini lagi. Kita menulis lagi ya sayangku. Maaf lama meninggalkanmu sendirian. Anak-anak butuh banyak perhatian dan belum lagi saya yang kelelahan karena tugas saya sebagai ibu rumah tangga dan juga ibunya anak-anak. Tenang, sekarang saya nggak ada rencana mau hamil dan melahirkan lagi. Cukup tiga saja. Umur juga sudah lebih dari 30 tahun. Sudah nggak muda lagi untuk menambah pasukan. Kalau kamu masih muda ya mau anak lebih dari tiga silakan saja. Ehehehe.. saya sudah tua, mau istirahat dari dunia kehamilan dan melahirkan. Cukup sudah, cukup cukup sudah.

Perartikel mudah-mudahan bisa 500 kata. Bukan artikel sih sebenarnya. Hanya cerita keseharian yang ingin saya bagikan dan sharing sesama emak-emak yang juga suka baca blog saya. Kalau ada yang mau rekuest pembahasan apa yang sebaiknya saya tulis boleh banget lho. Sekarang saya sudah jadi orang tua. Jadi banyak hal yang ingin saya bahas soal dunia per-parentingan. Sekarang masih mencoba mengembalikan kebiasakan lama. Minimal menulis satu artikel setiap harinya. Sambil menggenjot tulisan untuk mengisi kekosongan yang selama ini ada. Jadi jangan heran kalau artikelnya saya terbitkan di tanggal yang sama. Hanya niat mengisi hari-hari yang tak ada artikel terbit di blog ini.


Dulu saya pikir aneh banget ada blogger yang merasa kesulitan mengisi blognya paling tidak satu artikel saja dalam satu hari, saya padahal bisa 10-20. Saya lupa bahwa tak semua orang itu seperti saya yang hidup sendirian nggak punya teman dan nggak punya keluarga, setelah saya punya keluarga, benar adanya saya juga kesulitan mengatur waktu untuk menulis di blog. Jangankan satu perhari, satu perminggu saja susah ternyata. Bahkan sering satu bulan hanya terbit satu postingan. Kadang isinya hanya gambar produk Oriflame katalog bulan depan. Bukan tulisan yang berisi cerita personal saya sebelumnya.

Kalau kamu pembaca baru blog ini, blog ini dulunya isinya hanyalah curcol yang ingin saya tuliskan. Bukan blog profesional yang kebanyakan milik orang-orang. Artikelnya ya sepertinya tak begitu informatif karena saya hanya cerita. Seperti sahabat yang sedang duduk berdua dan bercerita, ya bayangkan saja kita seperti itu. Kamu mendengarkan setiap cerita yang ingin saya ceritakan. Jadi manfaatnya buat kamu bukan di bagian ‘oh dapat ilmu baru’ atau ‘ternyata begitu’, lebih pada pengalaman diri orang lain yang mungkin bisa jadi hikmah. Siapa tahu cerita saya banyak hikmah yang dapat diambil ya. Begitu saja saya sudah bahagia.

Tapi jauh lebih penting dari itu semua adalah saya hanya ingin bisa rutin menulis lagi. Karena menulis memang adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi saya. Aneh rasanya kalau saya tidak menulis dalam 1 hari, dulunya, sebelum menikah. Hehehehe...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan