Langsung ke konten utama

Pentingnya Mencatat Hari Terakhir Datang Bulan

Jaman sekarang sih enak ya. Install aplikasi sudah bisa mencatat banyak hal. Termasuk siklus bulanan kita sebagai perempuan. Kalau sudah menikah penting banget kita tahu kapan kita terakhir datang bulan. Sebab itu yang akan ditanyakan bidan saat kita positif hamil. Hamil ketiga ini saya sudah siap dong dengan tanggal terakhir datang bulan. Jadi tak ada kekhawatiran soal HPL yang terlalu jauh dari yang seharusnya.

Hamil pertama kali dulu, saya tidak mencatat dan setiap dokter beda-beda perhitungan HPLnya, meskipun bulannya sama. Ada yang awal bulan, tengah bulan, sampai akhir bulan. Akhirnya lahir di akhir bulan sih anak pertama saya dulu. Kali kedua, saya tidak mencatat tapi saya ingat karena jarak positif hamil dan terakhir datang bulan tidak begitu jauh. Apalagi memang berharap hamil untuk kedua kalinya.

Anak pertama cowok, anak kedua cewek. Kalau kata orang, sudah pas ya sepasang. Tapi saya kepengennya dapat 3 anak. Biar agak rame gitu. Maunya sih lebih rame lagi tapi hamil 9 bulan dengan nyeri pelvis lumayan menghambat saya untuk hamil sebanyak mungkin. Sudah nggak kuat kalau nambah 1 lagi setelah ini. Cukup 3. Walaupun kalau dapat satu lagi ya rezeki harus disyukuri.

Moms sendiri, punya target mau punya anak berapa? Jangan lupa catat tanggal terakhir datang bulan biar bisa hitung HPL sendiri di aplikasi kehamilan. Nanti saya share deh 2 aplikasi yang saya gunakan tersebut.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan